Nelayan Sumbar diminta ikut jaga kebersihan laut

Nelayan Sumbar diminta ikut jaga kebersihan laut

ilustrasi - Warga negara Australia bersama masyarakat Bali memungut sampah plastik yang berserakan di Pantai Biaung, Denpasar, Bali, Sabtu (2/6/2018). Aksi bersih-bersih sampah pantai yang diprakarsai Konsulat Jenderal Australia tersebut melibatkan warga, anak sekolah, warga negara Australia dan komunitas peduli lingkungan untuk mempromosikan penerapan pariwisata ramah lingkungan di Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB). (ANTARA /Nyoman Budhiana) (antara)

Nelayan yang menggantungkan hidup di laut, harus ikut bertanggungjawab untuk kebersihan laut bersama-sama masyarakat dan pemerintah,
Padang (ANTARA News) - Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit mengimbau nelayan di daerah itu untuk ikut aktif menjaga kebersihan pantai dan laut dari beragam sampah, terutama plastik.

"Nelayan yang menggantungkan hidup di laut, harus ikut bertanggungjawab untuk kebersihan laut bersama-sama masyarakat dan pemerintah," katanya di Padang, Sabtu.

Ia mengatakan itu terkait makin banyaknya sampah yang dibuang ke laut dan terdampar di pantai usai hujan lebat.

Sampah plastik yang dibawa saat melaut, harus dibawa kembali saat pulang ke darat. Tidak boleh dibuang sembarangan di tengah laut.

Baca juga: Padang gencarkan sosialisasi pengurangan sampah plastik

Begitu pula jika melihat ada pihak tidak bertanggung jawab terlihat membuang sampah di pantai, harus dicegah atau laporkan ke pihak berwajib.

Sebagian daerah di Sumbar seperti Kota Padang telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) untuk memproses pelanggaran buang sampah di sembarang tempat, termasuk pantai dan laut.

Nasrul mengatakan, persoalan sampah itu telah menjadi persoalan pada tujuh kabupaten dan kota yang terletak di pesisir pantai provinsi itu.

Termasuk di Kabupaten Kepulauan Mentawai yang relatif cukup jauh jaraknya dari daratan Sumatera.

Bahkan untuk Kota Padang, pada 2017 pemerintah setempat harus membersihkan 43 ton sampah plastik dari pesisir pantai Padang agar tidak mengganggu wisatawan.

Padahal, potensi laut dan Pantai Sumbar sangat bagus untuk destinasi wisata bahari dan bisa menjadi salah satu andalan untuk menarik wisatawan.

Namun banyaknya sampah yang memenuhi pantai sangat mengganggu, tidak saja pemandangan tetapi bau tidak sedap akan membuat wisatawan enggan untuk datang.

"Perlu kepedulian semua pihak untuk ini, termasuk nelayan," katanya.

Data Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar ada sekitar 200 ribu keluarga nelayan pada tujuh kabupaten dan kota di pesisir pantai provinsi itu.

Jumlah itu sangat potensial untuk ikut menjaga kebersihan laut bersama masyarakat dan pemerintah.

 

Pewarta: Miko Elfisha
Editor: Desi Purnamawati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Upaya Temanggung dalam pengelolaan sampah

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar