Pemulung berangkat haji setelah belasan tahun menabung

Pemulung berangkat haji setelah belasan tahun menabung

Ilustrasi (FOTO ANTARA/Idhad Zakaria)

Saya tidak malu menjalani pekerjaan memulung karena cita-cita saya sejak dulu berangkat ke tanah suci bersama suami
Cianjur (ANTARA News) - Setelah menabung selama 16 tahun Suminah (55) pemulung asal Kampung Pasekon, Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Cianjur, Jawa Barat, berangkat ke tanah suci.

Ia berangkat bersama suaminya Zulfadli yang sehari-hari bekerja sebagai marbot masjid. Bahkan suaminya tidak menyangka hasil memulung selama belasan tahun itu, digunakan istrinya untuk mencicil biaya haji.

"Selama belasan tahun, saya tidak menyangka kalau hasil memulung barang-barang bekas yang dikerjakan istri saya ditabung untuk naik haji. Saya baru tahu setelah istri saya meberitahukan keberangkatan kami tahun ini," kata Zulfadli.

Bahkan sejak usahanya hancur beberapa belas tahun yang lalu akibat kebakaran, Zulfadli tidak pernah bermimpi untuk berangkat ke tanah suci bersama istrinya. Terlebih ketika pekerjaanya hanya marbot masjid yang penghasilannya tidak besar.

"Tidak menyangka kalau pekerjaan yang selama ini dilakukan istri saya mengantarkan kami menjalankan rukun Islam yang ke lima," ujarnya.

Sementara Suminah, mengungkapkan keinginannya untuk berangkat ke tanah suci sudah dicita-citakannya sejak membangun rumah tangga bersama Zulfadli yang asli Sumatra Barat dan merantau ke Cianjur.

Meskipun harus memulung barang bekas setiap hari dijalani untuk mencicil biaya haji itu, disembunyikan dari suami dan tiga orang anaknya yang selama ini melarangnya untuk menjalani pekerjaan tersebut.

Baca juga: Pemulung 70 tahun berangkat haji, sisihkan Rp10.000 per hari
Baca juga: Tak henti bersyukur, nenek pemulung ini berangkat haji


Hingga akhirnya anggota keluarga merasa terkejut ketika dia memberitahukan keberangkatannya dalam kloter 64 tahun ini. Semua anggota keluarga termasuk suaminya hanya bisa menitikan air mata.

"Saya tidak malu menjalani pekerjaan memulung karena cita-cita saya sejak dulu berangkat ke tanah suci bersama suami dari hasil jerih payah sendiri," tambahnya.

Bahkan ketika usai melaksanakan manasik haji, ibu tiga orang anak dengan 4 cucu itu, tidak langsung pulang, namun memunguti setiap botol atau gelas bekas air mineral yang ditinggalkan peserta manasik.

"Harapan saya bersama suami diberikan kelancaran dalam menjalankan ibadah selama di tanah suci dan kembali ke Indonesia sebagai haji mabrur. Sepulangnya nanti saya tetap akan menjalani pekerjaan memulung," katanya.

Pewarta: Ahmad Fikri
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Ratusan pemulung di Batam terdaftar jaminan sosial ketenagakerjaan

Komentar