counter

Tarian tradisional Boyolali diperkenalkan di Horsens Denmark

Tarian tradisional Boyolali diperkenalkan di Horsens Denmark

Ilustrasi. Boyolali Night Carnival Sejumlah peserta mengenakan kostum karnaval saat mengikuti "Boyolali Night Carnival" di Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (22/7/2017). "Boyolali Night Carnival" yang diikuti kelompok kesenian tari tradisional dan kelompok seni kostum hias tesebut bertujuan untuk mengangkat potensi Boyolali kepada masyarakat luas agar dapat meningkatkan wisata di Boyolali. (ANTARA /Aloysius Jarot Nugroho)

London (ANTARA News) - KBRI Kopenhagen bekerjasama dengan Pengusaha Kuliner Indonesia di Denmark dan didukung Walikota Horsens untuk ketiga kalinya mengadakan acara Bazaar and Cultural Day di Kota Horsens.

Dalam acara budaya selain menampilkan sejumlah tarian dari INDA grup dan Gema Shanti Bali, "KBRI Kopenhagen mementaskan sejumlah seni tari tradisional Indonesia dari Kabupaten Boyolali yang dibawakan oleh duta seni tari Boyolali," demikian Ismail Pulungan kepada Antara London, Senin.

KBRI Kopenhagen juga mengadakan pertemuan bisnis yang diikuti perwakilan dari Kamar Dagang Indonesia dan sejumlah pengusaha di Horsens dan sekitarnya.

Dubes Indonesia di Kopenhagen Muhammad Ibnu Said dalam sambutannya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah daerah Horsens atas kesempatan ketiga kalinya diberikan kepada KBRI Kopenhagen untuk mengenalkan potensi budaya dan pesona Indonesia bagi masyarakat Horsens.

Dubes juga mengapresiasi Dini`s Restaurant yang telah aktif bekerjasama dengan KBRI Kopenhagen dalam penyelenggaraan bazar di Kota Horsens. Dia mengharapkan melalui kegiatan ini dapat semakin mempromosikan Indonesia dan dapat meningkatkan people-to-people contact serta meningkatkan kunjungan wisatawan Denmark ke Indonesia.

Walikota Horsen Mr. Peter Sorensen dalam sambutannya yang sekaligus membuka kegiatan Bazaar Indonesia ini, menyampaikan apresiasinya kepada KBRI Kopenhagen atas semangat dan usaha serta kontribusi yang dilakukan untuk mempromosikan budaya dan pariwisata Indonesia di kota Horsens dan telah menjadi agenda tahunan KBRI Kopenhagen.

Kegiatan bazaar tahun ini semakin meriah karena diramaikan oleh 28 personel Duta Seni Asal Boyolali Jawa Tengah yang tengah melakukan kunjungan promosi seni dan budaya di Denmark.

Selain itu, terdapat 12 stan makanan yang menyajikan kuliner khas Indonesia seperti sate, bakso, gado-gado, rendang daging sapi, gulai ayam, telur balado, martabak telur, nasi goreng, serta berbagai jajanan pasar lainnya, termasuk aneka minuman seperti es campur, es dawet, es buah, es jus mangga dan berbagai minuman ringan lainnya yang dijual dengan harga kisaran Rp.20 ribu s/d Rp.100 ribu per porsinya.

Tidak hanya mengenalkan sejumlah makanan, terdapat 4 stan yang menyajikan produk-produk kerajinan tangan Indonesia yakni aneka kerajinan batik dan tenun, souvenir khas bali. Berbagai produk Indonesia tidak ketinggalan ikut meramaikan suasana kegembiraan ini bersama masyarakat Denmark setempat yang bermukim di Kota Horsens.

Bazaar semakin meriah dengan hadirnya Duta Seni Boyolali yaang mempersembahkan beberapa tarian tradisional seperti tarian Kusuma Bangsa, Bedaya Temanten, Jaran Kepang Boyolali, Topeng Bapang Malang, Tarian Kala Kridha, tarian Gotong Royong, Topeng Ireng Gugur Gunung, Bujang Ganong, Sri Panganti dan Condong legong keraton, serta beberapa tarian yang dipersembahkan oleh Group tari INDA Denmark, seperti tarian Merak, tari Ngapotek, tari Enggang, tari Bali, dan Jaipong.

Bazaar juga dimeriahkan grup band KBRI Kopenhagen yang melantunkan beberapa lagu populer, tradisional dan lagu bertema kebangsaan. Selain itu, beberapa perlombaan anak-anak dan dewasa turut menambah hiburan bagi pengunjung bazaar.

KBRI Kopenhagen juga menyediakan stan khusus pelayanan konsuler bagi warga Indonesia yang ingin melakukan konsultasi dan lapor diri, serta stand PPLN bagi masyatakat yang ingin mendaftarkan diri sebagai pemilih dalam Pemilu 2019 mendatang, termasuk pendaftaran alamat domisi baru bagi WNI yang bermukim di kota Horsens dan sekitarnya. Kegiatan bazaar tahun ini dihadiri sekitar seribu pengunjung lokal secara silih berganti.

Baca juga: Duta Seni Boyolali hadir di Denmark

Baca juga: UI buka Sekolah Budaya Jawa di Boyolali

Pewarta: Zeynita Gibbons
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar