Palembang (ANTARA News) - Pelatih Sriwijaya FC Subangkit mengatakan dirinya memiliki dua `pekerjaan rumah` yang terbilang cukup berat setelah resmi mengambil alih posisi Rahmad Darmawan.

Subangkit yang dihubungi dari Palembang, Selasa, mengatakan, dua pekerjaan rumah itu, yakni membangkitkan kepercayaan diri pemain serta membangun `chemistry` antarpemain.

Hal ini menjadi tidak mudah karena sekitar 70 persen pemain yang tersisa merupakan pemain lapis kedua, dan adanya tambahan pemain baru.

"Bisa dikatakan 70 persen pemain yang saya pilih untuk masuk daftar pemain inti itu, adalah pemain yang biasa duduk di bangku cadangan sejak kompetisi Liga 1 dimulai. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi saya, bagaimana membangkitkan kepercayaan diri dari pemain," kata Subangkit.

Menurut pelatih yang sebelumnya sudah pernah melatih Sriwijaya FC ini, solusinya dengan memberikan kesempatan pemain lapis kedua ini untuk turun di pertandingan.

"Intinya, mereka harus terus diberikan kesempatan pegang bola. Nanti terbiasa sendiri. Bukannya mereka tidak mampu, tapi perlu dibuat terbiasa dengan tekanan pertandingan, karena latihan dan bertanding itu juah berbeda," kata dia.

Selain itu, yang juga menjadi pekerjaan rumah Subangkit yakni menumbuhkan `chemistry` antarpemain yakni munculnya rasa saling percaya di antara pemain dan salin memahami kebiasaan dan kesukaan dari tandemnya.

"Ini jelas perlu waktu. Apalagi, Sriwijaya ada datangkan pemain baru, seperti Goran Ganchev dan Alan Henrique. Meski tahu proses ini butuh waktu tapi saya berharap bisa berlangsung cepat," kata dia.

Terlepas dari persoalan ini, Subangkit berani menggaransi, setidaknya Laskar Wong Kito dapat tampil lebih baik setelah Asian Games karena kompetisi akan diliburkan sementara waktu.

Bagi Subangkit, capaian yagn diraih saat ini sudah terbilang bagus karena di masa transisi setelah ditinggal delapan pemain sekaligus mampu memetik kemenangan di laga usiran di Padang yakni ketika melawan Borneo dengan skor 1-0.

Meski pada laga berikutnya harus menelan kekalahan dari Persib Bandung di Bandung dengan skor 0-2 pada 4 Juli 2018, menurut Subangkit hasil ini juga dapat dimaklumi

Kini Laskar Wong Kito akan melakoni laga usiran kedua di Stadion Agus Salim, Padang, melawan Madura United pada 11 Agustus mendatang.

"Untuk pertandingan ini, tentunya kami menargetkan tiga poin," ujar Subangkit.

Sementara itu, lantaran torehan negatif di laga terakhir membuat Laskar Wong Kito terjerembab dari papan atas ke papan tengah, tepatnya di peringkat ke-10 klasemen sementara Liga 1 2018. Kemenangan atas Madura United ini diharapkan dapat mendongkrak posisi Laskar Wong Kito masuk ke persaingan papan atas.

(D019/A020)

Pewarta: Dolly Rosana
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2018