27 wanita polisi Polres Lombok Timur atasi trauma korban gempa

27 wanita polisi Polres Lombok Timur atasi trauma korban gempa

Petugas kesehatan memasang selang pernapasan pada Refi (10 bulan) korban gempa Bumi di halaman RSUD Tanjung, Lombok Utara, NTB, Selasa (7/8/2018). (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

Jakarta (ANTARA News) - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Kepolisian Indonesia, Brigadir Jenderal Polisi Mohammad Iqbal, mengatakan, sebanyak 27 wanita polisi di Polres Lombok Timur berupaya menghibur anak-anak korban bencana gempa di Desa Obel-obel, Kecamatan Sambalia, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Rabu.

"Kegiatan trauma healing berupa hiburan atau permainan dan memberikan bingkisan dengan tujuan agar anak-anak itu tidak merasakan trauma yang berkepanjangan," kata Iqbal, saat dihubungi, Jakarta, Rabu.

Kegiatan penyembuhan trauma bertempat di SDN I Obel-obel, Desa Obel-obel, Kecamatan Sambalia, Kabupaten Lombok Timur.

Sementara Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan, jumlah korban tewas gempa yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), bertambah menjadi 131 orang.

Mereka tersebar di sejumlah wilayah yakni 78 orang di Lombok Utara, 24 orang di Lombok Barat, 19 orang di Lombok Timur. Kemudian enam orang di Mataram, dua orang di Lombok Tengah dan dua orang di Denpasar.

Sedangkan korban luka berat tercatat 1.477 orang dan jumlah pengungsi sebanyak 165.003 jiwa, 42.239 rumah rusak dan 458 unit sekolah rusak.

Jumlah sementara orang mengungsi saat ini sebanyak 156.003 orang. Pihaknya menetapkan masa tanggap darurat di NTB hingga 11 Agustus.

Pewarta: Anita Dewi
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Pemerintah perpanjang masa transisi darurat pascagempa NTB

Komentar