PSSI Jalin Kemitraan dengan Perusahaan Busana Internasional

PSSI Jalin Kemitraan dengan Perusahaan Busana Internasional

Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Suprajarto (kiri), Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Edy Rahmayadi (tengah) dan Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria usai penandatanganan kerja sama PSSI-BRI di Gedung BRI, Jakarta, Rabu (1/8). (PSSI)

Jakarta  (ANTARA News) - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menjalin kemitraan dengan perusahaan busana bermerek internasional, Giordano, yang diumumkan pada hari ini, Kamis (9/8), di salah satu mal di Jakarta.

Dalam acara tersebut, PSSI datang dengan diwakili oleh sekretaris jenderalnya Ratu Tisha Destria dan anggota komite eksekutif Peter Tanuri. Sementara dari PT Giordano Indonesia hadir direktur utamanya Patrick Yio dan direktur James Budiono.

"Semoga kerja sama ini membantu persepakbolaan kita untuk menjadi lebih profesional dan dapat membantu mengantarkan timnas Indonesia menjadi juara nantinya," ujar Ratu Tisha dalam acara tersebut.

Sementara Direktur Giordano Indonesia James Budiono berterima kasih karena perusahaannya diberikan kesempatan menjalin kemitraan dengan PSSI.

James mengatakan, pihaknya berharap hasil dari hubungan baik tersebut bisa memantik kemajuan sepak bola Indonesia.

"Kami juga ingin memberikan semangat kepada anak muda Indonesia untuk berprestasi," tutur dia.

Adapun bagi PSSI, sponsor baru tersebut menjadi yang kedua dalam delapan hari pertama bulan Agustus 2018. Sebelumnya, pada Rabu (1/8), mereka telah mengikat hubungan dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero).

Menanggapi hal itu, Bima Sakti, mantan kapten timnas Indonesia yang kini menjabat asisten pelatih timnas U-23 Indonesia untuk Asian Games 2018, memberikan apresiasinya.

Menurut Bima, kehadiran sponsor bisa memperlancar operasional tim.

"Dan itu penting untuk perkembangan sepak bola nasional," kata Bima. ***4***

Pewarta: Michael Siahaan
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Ketua PSSI: Timnas U-22 mampu cetak sejarah

Komentar