counter

Makna di balik gaya berbusana Jokowi & Ma'ruf Amin saat daftar capres

Makna di balik gaya berbusana Jokowi & Ma'ruf Amin saat daftar capres

Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo (kiri) dan Ma'ruf Amin (kanan) berbincang seusai mendaftarkan diri di gedung KPU, Jakarta, Jumat (10/8/2018). Pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin yang diusung sembilan partai politik secara resmi mendaftar di KPU sebagai bakal calon presiden dan wakil presiden tahun 2019-2024. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc/18.

Jakarta (ANTARA News) - Kedatangan Joko Widodo (Jokowi) bersama calon wakil presiden-nya (cawapres) Ma'ruf Amin, ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) memang menarik untuk disimak. Tapi ada yang tak kalah seru untuk diperhatikan, yakni busana yang dikenakan oleh keduanya.

Saat mendaftar, Jokowi terlihat mengenakan kemeja putih bertuliskan "Bersih-Merakyat-Kerja Nyata". Sedangkan Ma'ruf mengenakan sarung, peci hitam dan pakaian berwarna sedana dengan Jokowi.

Mungkin busana tersebut terlihat biasanya. Tapi menurut pengamat mode Sonny Muchlison, ada makna yang tersirat dalam pakaian tersebut.

Baca juga: Jokowi sungkem ibunda sebelum ke KPU

Sonny mengatakan bahwa Jokowi mengamalkan lagu "Rambate Rato Hayo" yang memiliki reff sebagai berikut:
"Mari kita bersatu kalau memang mau maju/
Rambate rata hayo/ rambate rata hayo
Singsingkan lengan baju demi tujuan yang satu".


"Dari awal 2014, Beliau sudah mengamalkan lagu tersebut. Menyingsingkan lengan baju, mengenakan kemeja putih yang artinya bersih dan tidak ada intimidasi. Netral, tidak berpihak bagai kertas putih. Itu jadi kekuatan bagi Jokowi. Bisa saja dia menggunakan baju warna partainya, tapi itu tidak dilakukan," ungkap Sonny saat dihubungi ANTARA News, di Jakarta, Jumat (10/8).

Baca juga: Pemilihan Ma`ruf Amin apresiasi pada Islam moderat

Sedangkan untuk slogan yang digunakan oleh Jokowi berupa "Bersih-Merakyat-Kerja Nyata", merupakan sebuah bukti atau penegasan dari yang sudah dilakukan olehnya.

"Bersih, dia bersih. Merakyat, sudah dilakukan. Kerja nyata juga sudah dilakukan. Dia berani menuliskan karena sudah melakukannya," terang Sonny.

Sementara itu, untuk busana yang dikenakan Ma'ruf Amin, bagi Sonny adalah sebuah identitas dari ulama Indonesia.

Baca juga: Jokowi: Saya ingin teruskan perjalanan Indonesia Maju

"Itu adalah gaya ulama zaman dulu. Gaya ulama dari zaman presiden Soekarno, ulama yang dihormati. Ditambah dengan peci hitam yang merupakan busana orang Indonesia bukan Arab. Peci hitam adalah identitas bangsa Indonesia. Ini diterapkan betul oleh Ma'ruf Amin," papar pria yang juga menjadi disainer itu. (KR-MAR)

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar