PPP usulkan Ma'ruf Amin sembilan bulan lalu

PPP usulkan Ma'ruf Amin sembilan bulan lalu

Calon wakil presiden, Ma'ruf Amin, menemui pendukungnya di Gedung Joang 45, Jakarta, Jumat (10/8/2018). Joko Widodo menyampaikan pidato politik sebelum mendaftarkan diri ke KPU Pusat untuk Pemilu 2019. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Jakarta (ANTARA News) - Ketua Umum DPP PPP, Muhammad Romahurmuziy, menyatakan, PPP sudah mengusulkan nama KH Ma`ruf Amin menjadi bakal calon wakil presiden kepada Presiden Joko Widodo sejak sembilan bulan lalu.

"PPP sudah menyampaikan nama Kiai Ma'ruf Amin kepada Pak Jokowi sejak sembilan lalu," kata dia, saat kunjungan KH Amin ke Kantor DPP PPP, di Menteng, Jakarta, Jumat.

Menurut Rommy, PPP melihat Amin sevagai sosok yang cerdas, visioner, dan memiliki akhlak kiai. "Pak Kiai Ma'ruf tidak memiliki ambisi jabatan dan amanah," ucapnya.

Rommy bercerita setelah mengusulkan Amin kepada Jokowi, baru kemudian menyampaikan hal itu kepada Amin. "Kiai Ma'ruf mengatakan dirinya sudah lanjut usia, sehingga ingin konsentrasi sebagai kiai saja," ungkapnya.

Namun, Romy meyakinkan bahwa sang kiai yang lahir di Tangerang, Banten pada 11 Maret 1943 ini usianya masih lebih muda satu tahun dari pada usia Jusuf Kalla, sehingga masih memiliki kesempatan menjadi calon wakil presiden.

Amin juga dia katakan memiliki rekam jejak yang bersih dan komitmen untuk mempersatuan umat yang kuat.

"Saat ini di tengah masyarakat Indonesia sering terjadi saling mencela dan menyebarkan berita hoaks. Saya harapkan Kiai Ma'ruf dapat mengatasi persoalan ini," ujarnya, berharap.

Menurut Rommy, Amin yang menduduki jabatan sebagai ketua Majalis Ulama Indonesia menerbitkan fatwa antihoaks untuk meredam keretakan di tengah masyarakat Indonesia.

"Kalau fatwa MUI soal hoaks dikawal, maka pembuat fatwanya tentu akan lebih dikawal. Kalau Kiai Ma`ruf menjadi cawapres, maka penyebar hoaks akan menjadi segan," katanya.

Pewarta:
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar