counter

#JakartaRumahku 2018 bawa pesan toleransi

#JakartaRumahku 2018 bawa pesan toleransi

Festival kolaborasi #JakartaRumahku2018 di Jakarta, Jumat (10/8/2018). Festival ini mengusung pesan toleransi melalui balutan foto 40 figur ternama tanah air. ((HO))

Jakarta (ANTARA News) -  Festival kolaborasi untuk Jakarta bertajuk "JakartaRumahku2018 kembali hadir. Kali ini, membawa pesan toleransi dalam tema Diversifikasi-Kolaborasi-Apresiasi yang dituangkan melalui foto dan video.

"Mengapa diversifikasi? Kami tidak ingin bicara keragaman sebagai entitas budaya tetapi kita sebagai pribadi bisa keluar dari zona nyaman. Makna diversifikasi itu yang kami mau angkat di sini. Di situ kami bergerak menjadi kolaborasi," ujar Founder &CEO Vosfoyer William Sudhana dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.

"Kami ingin generasi muda dapat menjunjung toleransi dan menghargai segala perbedaan yang ada di Jakarta," sambung dia.

William menggandeng fotografer fesyen RIOP, menciptakan sebuah pameran berisi 40 foto figur ternama sebagai perwakilan Jakarta. Melalui foto, ke-40 figur ini mengungkakan alasan mereka menjadikan Jakarta sebagai rumah bagi warganya, salah satunya aktor Mike Lewis.

Mike yang lahir di Jepang dan memiliki darah China, Malaysia dan Kanada itu tak sungkan mengatakan kalau Jakarta adalah rumahnya. Dia mengaku diterima masyarakat setempat, sekalipun dirinya adalah warga asing.

"Jakarta adalah rumahku. Walaupun aku orang asing, tetapi diterima di sini. Aku beruntung bisa tinggal di China, Amerika, tetapi aku pilih Jakarta sebagai tempat tinggalku selama 15 tahun," tutur dia dalam kesempatan yang sama.
Festival kolaborasi #JakartaRumahku2018 di Jakarta, Jumat (10/8/2018). Festival ini mengusung pesan toleransi melalui balutan foto 40 figur ternama tanah air. (ANTARA News/Lia Wanadriani Santosa)


Di sisi lain, RIOP mengatakan Mike dan 39 figur lainnya seperti Dwi Sasono, Isyana Sarasvati, Tasya Kamila dan Trinity dia pilih secara acak.

"Saya random memilihnya. Saya tanya mereka soal hal apa yang bisa menjadi benang merah kalau Jakarta diangggap rumah mereka. Dari jawaban mereka, saya membuat konsep dan setiap figur konsepnya berbeda," kata RIOP.

Pengambilan foto para figur ternyata menyisakan kisah lucu bagi dia. Ada banyak kejadian menurut dia lucu selama pemotretan, salah satunya saat memotret  travel blogger Trinity.
Festival kolaborasi #JakartaRumahku2018 di Jakarta, Jumat (10/8/2018). Festival ini mengusung pesan toleransi melalui balutan foto 40 figur ternama tanah air. (ANTARA News/Lia Wanadriani Santosa)

"Yang paling lucu salah satunya Trinity. Saya memotret di rumah dia yang menurut saya lumayan jauh. Rumahnya lumayan creepy. Di depannya ada kuburan. Saya tanya mau foto di mana. Katanya mau difoto di luar yang ada bangku kayu. Pas lagi moto, bangkunya jebol. Benar-benar seperti di buku dia," tutur RIOP seraya terkekeh.

Ruangan festival diisi dengn instalasi dedaunan yang memberikan sense of time seiring dengan berlangsungnya apresiasi ini dengan memudarnya daun-daun, karya Kamil Muhammad dari studio arsitektur dan riset Pppoo0lll dan Larch Studio.

Ruangan ditata sedemikian rupa agar pengunjung yang datang bisa berkumpul di sana, berdiskusi layaknya di ruang-ruang yang sering mereka temui seperti warung, pinggiran jalan dan halte bus.

" Kita perlu membuat wadah informal supaya orang bisa santai, rileks sehingga bisa mengobrol.  Tempat yang kami desain merupakan tempat mengobrol. Saya suka bagaimana semua orang put together, dengan segala macam kesibukannya," ucap Kamil.

Festival #JakartaRumahku 2018 sendiri mulai berlangsung hari ini hingga 31 Agustus mendatang di lantai 4 Plaza Indonesia, Jakarta Pusat.

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar