counter

Nasdem: Presiden amanatkan untuk pemilu yang menggembirakan

Nasdem: Presiden amanatkan untuk pemilu yang menggembirakan

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto (tengah) bergandengan tangan bersama, dari kiri, Waketum PPP Arwani Thomafi, Sekjen NasDem Johnny G Plate, Sekjen PSI Raja Juli Antoni, Sekjen Golkar Lodewijk Freidrich Paulus, Sekjen PKB Abdul Kadir Karding, Sekjen Hanura Herry Lontung Siregar, Sekjen Perindo Ahmad Rofiq dan Sekjen PKPI Verry Surya Hendrawan sebelum pertemuan tertutup di Jakarta, Senin (6/8/2018). Pertemuan itu membahas penyempurnaan struktur tim pemenangan dan mendetailkan program Nawacita II. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Jakarta (ANtara News) - Partai Nasional Demokrat (Nasdem) menyatakan Presiden Joko Widodo telah mengamanatkan pada koalisi partai politik yang mengusung dirinya di pemilihan presiden 2019, untuk menciptakan iklim pemilu yang menggembirakan.

"Kami dipesan Jokowi untuk mempersiapkan betul-betul, pemilu ini harus menggembirakan, karenanya tidak saja harus bangun komunikasi silaturahim yang penuh keramah-tamahan dalam koalisi, tapi juga lintas koalisi, hingga suasana tenang dan masyarakat bisa sambut demokrasi kita dalam suasana gembira," kata Sekjen Nasdem Johnny G Plate di Jakarta, Jumat.

Hal tersebut, kata Jonny, agar dalam pemilihan nanti masyarakat memilih pemimpin secara rasional sesuai dengan program, visi dan misi yang dimiliki dan diusung oleh masing-masing calon yang nantinya menghasilkan pemimpin Indonesia yang berkualitas, kompeten dan memiliki integritas tinggi.

"Karena, Indonesia suka atau tidak, akan berhadapan dengan lingkungan kompetisi global yang berbeda dari lima tahun lalu, dengan berbagai kebijakan mengarah ke unilateral seperti yang dilakukan Amerika Serikat, yang artinya kita memasuki kondisi normal yang baru. Karenanya perlu pemimpin kuat dan kerjasama yang kuat sebagai bangsa," kata Johnny.

Kendati demikian, Johnny mengatakan hal tersebut memiliki tantangan yang tak mudah, karena pemilihan umum pada tahun 2019 ini "asimetris" karena melangsungkan pemilihan legislator dan pemilihan presiden secara berbarengan.

Akibatnya, satu partai di satu sisi berkoalisi untuk memperjuangkan calonnya dalam pemilihan presiden, sedangkan di sisi lainnya bersaing untuk memperebutkan kursi legislatif dengan semua partai tanpa terkecuali.

"Jadi, kami harus membangun satu model kerja bersama untuk pemilihan presiden dan model lainnya untuk berkompetisi secara sehat di pileg dalam koalisi," katanya.

Nasdem termasuk dalam Koalisi Indonesia Kerja (KIK) bersama delapan partai lainnya yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Golongan Karya (Golkar), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Perindo, PKPI dan PSI.

Kesembilan partai tersebut mengusung pasangan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin sebagai calon presiden dan calon wakil presiden dalam pemilihan presiden 2019.

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar