Jakarta (ANTARA News) - Pelatih tim nasional bola basket putri Indonesia Arif Gunarto menyebut skuatnya akan berusaha mengintip peluang menang atas tim Korea Bersatu (gabungan Korea Selatan dan Utara) pada laga perdana mereka di Asian Games XVIII 2018 pada Rabu (15/8) meski menyadari kualitas lawan lebih unggul. 

"Saya ingin para pemain bermain lepas, sembari mengintip celah untuk menang," ujar Arif Gunarto kepada Antara di Jakarta, Senin. 

Meski di atas kertas timnas putri Indonesia sulit menaklukkan tim gabungan Korea, Arif tetap menyiapkan strategi khusus guna menahan Korea. 

Timnas putri, kata pelatih yang akrab disapa Njoo Lie Fan ini, secara umum harus dapat menyeimbangkan lini serang dan pertahanan. 

"Pertahanan yang baik akan menjadi kunci. Selain itu, kami juga akan bermain cepat untuk membangun serangan," kata Arif. 

Timnas putri Indonesia belum pernah bertanding melawan tim Korea Bersatu. Tapi Indonesia sempat mencicipi laga melawan timnas putri Korea Selatan dalam uji coba di sela pemusatan latihan (TC) di Korea Selatan pada Juli 2018. Indonesia kalah di partai tersebut meski Korsel belum menurunkan kekuatan penuh yang disiapkan untuk Asian Games 2018. 

"Mereka belum full team saat itu. Meskipun demikian kekuatan mereka masih di atas kita," kata Arif. 

Arif Gunarto sendiri mengaku, dari empat lawan Indonesia di Grup X Asian Games 2018 yakni Korea Bersatu, Chinese Taipei, Kazakhstan dan India, skuatnya mengincar kemenangan dari Kazakhstan dan India. 

"Oleh karena itu kami ingin laga melawan Korea menjadi persiapan untuk pertandingan berikutnya menghadapi Kazakhstan," kata dia. 

Pertandingan Grup X cabang olahraga bola basket putri Asian Games XVIII 2018 Indonesia versus Korea Bersatu digelar di Hall Basket Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (15/8), mulai pukul 18.30 WIB. 

Berikutnya, Minggu (19/8) di lokasi serupa, Indonesia akan menghadapi Kazakhstan mulai pukul 18.30 WIB. 

Baca juga: Timnas bola basket putri pastikan 12 pemain Asian Games 2018
 

Pewarta: Michael Siahaan
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2018