Krisis Turki, Kemenperin perkuat sektor riil

Krisis Turki, Kemenperin perkuat sektor riil

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto memberikan keterangan pers setelah rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden terkait upaya penghematan cadagangan devisa di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa,(31/7/2018). (ANTARA/Hanni Sofia)

Krisis di Turki itu membuat emerging economy itu mendapat sentimen negatif. Nah, tentu kita sebagai salah satu negara dengan emerging economy ya harus menjaga fundamental ekonomi. Dalam hal ini, Kemenperin mendorong sektor riil
Jakarta (Antara) - Kementerian Perindustrian berupaya memperkuat sektor riil untuk mengantisipasi dampak yang ditimbulkan di dalam negeri akibat krisis yang tengah melanda Turki.

"Krisis di Turki itu membuat emerging economy itu mendapat sentimen negatif. Nah, tentu kita sebagai salah satu negara dengan emerging economy ya harus menjaga fundamental ekonomi. Dalam hal ini, Kemenperin mendorong sektor riil," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Selasa.

Airlangga menyampaikan, untuk memperkuat sektor riil, Kemenperin akan mendorong investasi masuk di berbagai sektor di Tanah Air.

Selain itu, Kemenperin juga berusaha meningkatkan ekspor berbagai produk manufaktur dan berupaya melakukan subtitusi impor.

Kemenperin juga berupaya agar pasokan bahan baku untuk proses produksi dapat terjaga dengan baik, sehingga dapat menjaga iklim usaha agar senantiasa kondusif.

"Industri manufaktur ini fundamental, jadi ini yang harus didorong. Jadi, tentu struktur industrinya masing-masing diperkuat," ungkap Airlangga.

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Krisis Keuangan Turki tak pengaruhi kerjasama PT Pindad-FNSS Turki

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar