BOSF lepas liarkan 10 orangutan ke TN Bukit Baka

BOSF lepas liarkan 10 orangutan ke TN Bukit Baka

Pelepasliaran Orangutan Kalimantan Petugas Kesehatan dari Yayasan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) Nyaru Menteng membius 12 Orangutan di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (2/8/2017). Pembiusan itu guna keperluan pelepasliaran orangutan tersebut ke Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya, Kabupaten Katingan, Kalteng. (ANTARA FOTO/Ronny NT)

Palangka Raya,  (ANTARA News) - Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) Foundation Nyaru Menteng akan kembali melepasliarkan 10 ekor orangutan ke Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR) di Kalimantan Tengah.

"Ke-10 orangutan yang akan dilepasliarkan kali ini terdiri dari tiga jantan dan tujuh betina dalam rentang usia 13-16 tahun. Mereka akan dibawa dalam perjalanan menempuh jalur darat dan sungai yang memakan waktu kurang lebih 10 hingga 12 jam dari Nyaru Menteng ke titik-titik yang telah ditentukan di TNBBBR," kata CEO BOSF Nyaru Menteng, Jamartin Sihite di Palangka Raya, Selasa.

Dia menjelaskan sejak pelepasliaran orangutan pertama kali yang dilaksanakan dua tahun lalu, di bulan Agustus 2016, pelepasliaran 10 orangutan itu akan menambah populasi orangutan hasil rehabilitasi yang dilepasliarkan di TNBBBR menjadi 102 ekor.

"Bulan Agustus punya makna khusus bagi kami. Bangsa Indonesia memperingati kemerdekaan setiap tanggal 17. Sementara, pelaku konservasi juga merayakan Hari Orangutan di bulan yang sama. Jadi kami ingin mendedikasikan bulan ini sebagai `bulan kebebasan dan kemerdekaan bagi orangutan`," katanya.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah, Adib Gunawan mengatakan kerja konservasi adalah pekerjaan yang membutuhkan waktu panjang dan partisipasi dari semua pihak terkait.

Untuk itu, BKSDA Kalimantan Tengah terus bekerja sama dengan Balai TNBBBR, USAID Lestari, dan Yayasan BOS untuk melepasliarkan orangutan hasil rehabilitasi

"Pelepasliaran yang kesebelas kalinya di hutan TNBBBR di Kabupaten Katingan ini akan menjadikan jumlah populasi orangutan di hutan tersebut menjadi 102, sebuah angka yang luar biasa hasil kerja keras banyak pihak selama dua tahun penuh," jelasnya.

Pihaknya pun mengajak masyarakat untuk terlibat dalam upaya konservasi sumber daya alam. Dia menambahkan, satwa liar sebagai bagian dari sumber daya alam hayati berperan aktif dalam menjaga kualitas hutan.

"Seperti contohnya orangutan, jenis kera besar satu-satunya di Asia ini sangat penting bagi konservasi habitat. Ini sebab utama mengapa kita wajib menjaga serta melindungi hutan kita juga," katanya.

Dia pun mengajak masyarakat menyukseskan visi strategi dan rencana aksi konservasi orangutan di Kalimantan Tengah, yaitu terjaminnya keberlanjutan populasi orangutan dan habitatnya melalui kemitraan para pihak.


 Baca juga: Penangkapan pelaku pembunuhan orangutan diapresiasi
Baca juga: Bangkai orangutan penuh luka mengapung di kanal


 

Pewarta:
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar