counter

SP Asia-Pasifik tekankan perlindungan kerja di wilayah konflik

SP Asia-Pasifik tekankan perlindungan kerja di wilayah konflik

Presiden UNI PLC Exequiel Nidea (kedua kiri), Wakil Presiden UNI Apro Mei (kiri), Sekretaris Regional UNI Apro Christopher Ng (kanan), Direktur UNI Apro MEI Michelle Belino (kanan kedua) Konferensi Federasi Serikat Pekerja Global Asia Pasifik (Uni Apro) yang berlangsung di Davao, Filipina, Selasa (14/8). (ANTARA News/Azis Kurmala)

Davao, Filipina (Antara) News) - Federasi Serikat Pekerja Global Asia Pasifik (Uni Apro) menekankan pentingnya perlindungan pekerja terutama wartawan di wilayah konflik maupun bencana.

"Dalam konteks wilayah konflik ataupun bencana wartawan berada dalam posisi yang rawan dan beresiko tinggi terhadap keselamatannya," ujar Wakil Presiden Uni Apro Khairruzzaman Hj Mohammad di Davao, Filipina, Selasa.

Tuntutan tersebut mengemuka dalam sesi bersama Konferensi Federasi Serikat Pekerja Global Asia Pasifik (Uni Apro) yang berlangsung di Davao, Filipina.

Khairruzzaman mengatakan wartawan merupakan wakil publik dalam mencari informasi. Mereka mempunyai hak untuk mengetahui yang diakui serta dijamin dalam berbagai deklarasi dan perjanjian internasional.

Berdasarkan hukum, lanjutnya, negara mempunyai kewajiban untuk melindungi hak para jurnalis.

Wartawan harus dilindungi dalam mencari informasi seluas-luasnya, ia menegaskan.

Ia mengatakan wartawan seringkali mempertaruhkan nyawa mereka dalam peliputan konflik sosial maupun bencana kemanusiaan.

"Apalagi saat meliput di wilayah konflik maupun bencana, keselamatan wartawan sangat rentan," kata dia.

Karena itu, lanjutnya, pemilik perusahaan media harus membekali wartawan dengan asuransi terutama saat meliput kejadian luar biasa seperti konflik sosial maupun bencana. 

 

Pewarta: Azis Kurmala
Editor: Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar