counter

Mataram dapat puluhan tenda darurat untuk sekolah

Mataram dapat puluhan tenda darurat untuk sekolah

Kondisi SMP Negeri 2 Tanjung di Kecamatan Tanjung, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (14/8/2018), yang luluh lantak setelah diguncang gempa 7 Skala Richter (SR) yang terjadi pada Minggu (5/8/2018).

Mataram (ANTARA News) - Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, segera mendapatkan bantuan puluhan tenda darurat dari Kementerian Pendidikan untuk sekolah-sekolah yang gedungnya mengalami rusak berat akibat gempa bumi.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Mataram Suhartini di Mataram, Rabu, mengatakan, pada minggu ini sebanyak 30 unit tenda darurat untuk sekolah yang gedungnya mengalami rusak berat akan diterima.

"Satu tenda bisa untuk dua hingga tiga ruang kelas," katanya kepada sejumlah wartawan.

Menurutnya, sebanyak 30 unit tenda darurat itu diprioritaskan ke sekolah-sekolah yang mengalami rusak berat, antara lain SDN 5, 9 Mataram, 2 Ampenan, dan SDN 10 Cakranegara. Sedangkan, untuk tingkat SMP, diprioritaskan untuk SMPN 6, 7, 12 dan 14 Mataram.

"Jika tidak ada gempa bumi susulan lagi dan tenda daruratnya sudah siap maka sekolah bisa melaksanakan proses belajar mengajar mulai pekan depan," ujarnya.

Sementara, untuk kegiatan sekolah sejak Senin (13/8) sampai saat ini masih bersifat pemberian edukasi untuk menghilangkan trauma pada anak-anak dan kegiatan ini dilaksanakan di luar ruangan.

"Hingga saat ini, sekolah belum kami izinkan melakukan proses belajar mengajar sesuai dengan arahan kepala daerah, hingga kondisinya benar-benar aman," ujarnya.

Suhartini mengatakan, selain akan mendapatkan tenda darurat, pemerintah melalui Kementerian PUPR juga akan memberikan bantuan program rehabilitasi gedung sekolah baik yang rusak berat, sedang maupun ringan.

"Hal itu dimaksudkan untuk menjamin kualitas gedung sekolah pascagempa bumi aman untuk ditempati," katanya.

Wakil Wali Kota Mataram  Mohan Roliskana sebelumnya mengingatkan kepada semua jajaran sekolah agar tetap fokus melaksanakan kegiatan pemulihan trauma kepada anak-anak dengan melakukan berbagai kreativitas.

"Jangan sampai memaksakan anak-anak masuk sekolah, jangan sampai ada hukuman bagi anak-anak yang tidak masuk dan kegiatan pemulihan dari trauma harus di luar ruangan," katanya mengingatkan.

 Baca juga: Anak-anak korban gempa Lombok ingin sekolah
Baca juga: BNPB: Pemerintah siapkan sekolah tenda korban gempa Aceh

 

Pewarta: Nirkomala
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Pemda bentuk satgas awasi aplikator nakal dan kelangkaan material

Komentar