Pemerintah setujui optimalisasi aset Tuban Petro

Pemerintah setujui optimalisasi aset Tuban Petro

Pekerja menaiki tangki penyimpanan minyak di Depo Pertamina, Plumpang, Jakarta. (FOTO ANTARA/Rosa Panggabean)

Berdasarkan kajian, pengembangan bisnis petrokimia bisa memberikan kontribusi antara lain pengurangan impor sebesar kurang lebih 6.200 KTPA di 2030 untuk produk petrokimia utama.
Jakarta,  (ANTARA News) - Pemerintah menyetujui optimalisasi aset Tuban Petro Group untuk mendorong pengembangan industri petrokimia nasional dan peningkatan cadangan devisa negara.

Penandatanganan perjanjian pendahuluan dilakukan antara Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan dengan PT Pertamina di Jakarta, Rabu.

Direktur Jenderal Kekayaan Negara Isa Rachmatarwata mengatakan penandatanganan perjanjian ini merupakan langkah lebih maju sekaligus mempertegas pengelolaan aset Tuban Petro Group kepada PT Pertamina agar Indonesia mempunyai industri hulu petrokimia yang bisa memicu pertumbuhan industri lain dan menurunkan ketergantungan impor.

Berdasarkan kajian, pengembangan bisnis petrokimia bisa memberikan kontribusi antara lain pengurangan impor sebesar kurang lebih 6.200 KTPA di 2030 untuk produk petrokimia utama.

Kemudian, terdapat penghematan devisa negara sekitar 6,6 miliar dolar AS pada 2030, pendapatan pajak sebesar kurang lebih 1,3 miliar dolar AS pada 2030 dan penyerapan tenaga kerja sebanyak 2.000 orang.

Selain itu, total investasi yang dibutuhkan diperkirakan mencapai 12,2 miliar dolar AS hingga 2030, terdapat pemanfaatan kondensat dalam negeri dan percepatan pengembangan industri hilir yang berbahan baku produk petrokimia.

Plt Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menambahkan, siap mendorong optimalisasi kilang eks BPPN ini agar terjadi peningkatan produksi petrokimia.

"Kalau sekarang produknya baru solar, nanti kita bisa kembangkan produk ke aromatic, polyurethane, dan lain-lain," ujarnya.

Untuk itu, ia mengharapkan proses restrukturisasi aset Tuban Petro Group yang berlokasi di Tuban, Jawa Timur ini dapat dilakukan agar proses pengambilalihan cepat selesai.

"Kita belum bicara kepemilikan Pertamina, kita tunggu pemerintah dulu. Jadi restrukturisasi pemerintah dulu, baru kita masuk," kata Nicke.

Dengan optimalisasi pengelolaan oleh PT Pertamina ini, maka diharapkan Tuban Petro Group mampu menambah produksi petrokimia sebanyak 80 persen dari total kebutuhan nasional.
Kesepakatan ini mempertegas pengelolaan aset Tuban Petro Group kepada PT Pertamina agar Indonesia mempunyai industri hulu petrokimia yang bisa memicu pertumbuhan industri lain dan menurunkan ketergantungan impor.
Baca juga: Pertamina Isyaratkan Siap Beli Tuban Petro
Baca juga: Kemenneg BUMN Dukung Pertamina Beli Aset Tuban Petro
 

Pewarta: Satyagraha
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Pemprov Babel resmi luncurkan kartu BBM solar subsidi

Komentar