Denpasar, 16/8 (ANTARA News) - Mahasiswa dan akademisi dari Program Studi Kriya Seni ISI Denpasar memamerkan 95 karya kriya terbaik, di Denpasar Art Space yang terletak di pusat Kota Denpasar hingga 1 Oktober 2018.

"Karya-karya mahasiswa, baik yang tugas akhir, maupun karya kelas `kan banyak tuh menumpuk di gudang, sekarang dipamerkan. Dan ternyata kita pun juga dibuat terperangah, bagus karyanya," kata Rektor ISI Denpasar Prof Dr I Gede Arya Sugiartha di sela acara pembukaan pameran tersebut, di Denpasar, Rabu (15/8) malam.

Apalagi, lanjut Prof Arya, didukung dengan keberadaan Denpasar Art Space (DAS) yang terletak di pusat Kota Denpasar yang merupakan ruang publik sehingga pengunjungnya akan banyak dan barang yang dipamerkan juga bisa dibeli masyarakat.

"Harapan kami, Prodi Kriya semakin maju karena ada kecenderungan jumlah mahasiswa Kriya menurun dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun demikian, karya-karyanya sangat berkualitas," ujar Arya yang ingin agar kampus dilibatkan dalam berbagai kegiatan di Kota Denpasar.

Ketua Panitia Dr I Wayan Suardana mengatakan, pameran tersebut bertujuan untuk mempromosikan karya Prodi Kriya Seni di ISI Denpasar kepada masyarakat. "Apakah karya-karya tersebut sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan karena selama ini masyarakat sangat jarang mengenal kriya, lebih banyak kerajinan," katanya.

Yang dipamerkan, kata Suardana adalah karya seni murni, karya seni fungsional, seni ukir, mebel, topeng, ada batik, material secara umum, kayu dan keramik. Karya-karya yang dipamerkan merupakan karya dosen, mahasiswa dan beberapa karya alumni.

Alasan tempat memilih DAS, tambah Suardana, karena tempatnya strategis, di pusat Kota Denpasar.

"Harapanya masyarakat banyak yang datang, memberikan masukan-masukan, sehingga penciptaan lebih lanjut bisa dikembangkan," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Kota Denpasar IB Sidarta Putra mengatakan Denpasar Art Space dibentuk tiga tahun lalu yang diinisiasi oleh Wali Kota Denpasar, untuk memberikan ruang kepada seniman di Denpasar.

"Banyak seni rupa, seni kriya, membutuhkan ruang ini, orientasinya diberikan kepada kreativitas anak muda, sekaligus sebagai upaya mendukung Kota Budaya," ujar Sidarta.

Sedangkan kurator pameran Wayan Seriyoga Parta sebagai alumni Prodi Kriya Seni memaknai karya kriya yang dipamerkan itu untuk mengangkat kembali disiplin seni kriya yang berbasis di ISI Denpasar supaya dapat secara intens hadir kembali ke hadapan publik Bali.

Selain pameran, juga diselenggarakan diskusi dan workshop kriya. Kegiatan tersebut menjadi spirit dari Prodi Kriya ISI Denpasar untuk menyosialisasikan dan mendekatkan kembali seni kriya kepada publik.

Baca juga: Mahasiswa ISI Denpasar pentas tari ke Jepang

Baca juga: Presiden harapkan ISI terus lahirkan karya kreatif


 

Pewarta: Ni Luh Rhismawati
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2018