Tanjungpandan (ANTARA News) - PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC optimistis kinerja perusahaan sampai akhir 2018 membaik dibanding tahun sebelumnya, sekalipun kondisi perekonomian global yang agak lesu.

"Aktivitas di pelabuhan yang berada di bawah IPC masih memiliki aktivitas arus barang ekspor dan impor maupun antardaerah yang tinggi," kata Direktur Utama IPC Elvyn G. Masassya yang didampingi enam direktur IPC saat Media Gathering di Tanjungpandan, Belitung, Kamis.

Dia mengatakan, aktivitas pelabuhan di Indonesia saat ini sebenarnya masih tinggi dan banyak kapal yang melakukan kegiatan ekspor-impor dari dan ke sejumlah negara Asia dan Eropa.

Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, katanya, saat ini juga makin banyak disinggahi kapal transit yang mengangkut barang untuk berbagai keperluan. Hal ini juga dinilai menyebabkan trafik pelabuhan juga meningkat.

Dari sisi angkutan domestik, Elvyn mengatakan distribusi barang antar pelabuhan juga masih sangat tinggi sehingga aktivitas kapal juga ramai. "Kami sangat optimistis kinerja tahun ini akan lebih baik dibanding tahun lalu," katanya.

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC mencatat laba bersih sebesar Rp1,21 triliun pada semester pertama 2018. Angka ini meningkat 18 persen dibandingkan semester pertama 2017, yang sebesar Rp1,02 triliun.

Pendapatan usaha IPC pada semester pertama 2018 mencapai Rp5,35 triliun atau naik 8,18 persen dibandingkan perolehan semester pertama 2017 yang sebesar Rp4,93 triliun.

Dia mengatakan dengan kinerja ini, target keuangan korporasi 2018 dapat tercapai, dengan pendapatan usaha ditargetkan naik 13,29 persen dari Rp10,91 tahun 2017 menjadi Rp12,36 triliun pada 2018.

Dari sisi operasional, kata dia, jumlah peti kemas yang keluar masuk pelabuhan sepanjang semester pertama meningkat 10,18 persen, dari 3,28 juta TEUs menjadi 3,62 juta TEUs. Jumlah kapal yang keluar masuk juga bertambah 10,68 persen dari 94,58 juta Gross Tonnage (GT), menjadi 104,68 juta GT pada periode sama.

Sementara itu, arus barang non peti kemas mengalami penurunanan 1,82 persen, dari 27,97 juta ton menjadi 27,44 juta ton. Di sisi lain, jumlah penumpang meningkat 21,85 persen dari 260,42 ribu menjadi 317,31 ribu penumpang.

Baca juga: Pelindo harus tata aktivitas pelabuhan

Baca juga: Pelindo II optimalkan digitalisasi pelabuhan

Baca juga: IPC optimistis soal IPO saham IKT

Pewarta: Ahmad Wijaya
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2018