Kekuatan super Wiro Sableng tak mempan untuk lomba makan krupuk

Kekuatan super Wiro Sableng tak mempan untuk lomba makan krupuk

Wiro Sableng (Vino G Bastian) dan Kalingundil (Dian Sidik) sedang ikut lomba makan krupuk di Kampung Bali, Taman Kebon Sirih 2, Jakarta, Jumat (17/8). (Antara/Maria Cicilia)

JAKARTA (ANTARA News) - Tidak hanya masyarakat Indonesia saja yang merayakan Hari Kemerdekaan RI, Wiro Sableng pun tak mau kalah. Bahkan, dia ikut terlibat dalam lomba makan krupuk.

Bertempat di Kampung Bali, Taman Kebon Sirih 2, Tanah Abang, Jakarta. Wiro Sableng bersama teman-temannya ikut merasakan yang namanya kemeriahan lomba 17an. Wiro Sableng yang dimaksud di sini, tentu saja Vino G Bastian dan pemeran lainnya pada film jagoan kocak yang diangkat dari novel karya Bastion Tito.

Wiro yang turun gunung ditemani oleh Pangeran (Yusuf Mahardika), Kalingundil (Dian Sidik) serta 4 Brewok yang terdiri dari Seta Inging (Cuping Topan), Pitala Kuning (Mardi), Ketut Ireng (Habibie Alatas) dan Bergola Ungu (Asta Nurcahya).

Baca juga: Tax Saverio rancang kostum untuk film Wiro Sableng
Baca juga: Perankan Dewa Tuak, Andi /rif kesulitan hafal naskah


Mereka semua bertanding melawan ibu-ibu warga Kampung Bali. Meski punya kekuatan dan ajian mandraguna, ternyata mereka dikalahkan telak oleh seorang ibu.

"Kita ditantang oleh kampung sebelah, lomba 17an dan kita kalah," ucap Vino sambil tertawa.

Saat memberikan hadiah kepada pemenang yang bernama Diana, Wiro pun sempat memberikan ciuman di pipi kiri dan kanan yang disambut tawa warga.

Vino sendiri sebagai Wiro sangat senang bisa merayakan perlombaan bersama warga. Menurutnya, ini seperti nostalgia bernostalgia dengan perlombaan masa kanak-kanak dan juga tokoh pahlawan yang dulu sempat populer.

"Wiro Sableng itu kan dari kampung, kita berasal dari kampung dan harus kembali ke kampung. Senang ya kita, kita kan superhero Indonesia, lokal dan pas banget momennya. Ini mengenang masa kecil kita dan Wiro-nya juga nostalgia," tutup Vino.

Baca juga: 5 Film wajib tonton di pertengahan Agustus

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar