KLHK kembangkan teknologi pembukaan lahan tanpa pembakaran

KLHK kembangkan teknologi pembukaan lahan tanpa pembakaran

Arsip Foto. Seorang warga membersihkan lahan pertaniannya dengan cara membakar di tepi Jalan Lintas Timur Kabupaten Bengkalis, Riau. Ancaman kebakaran lahan dan hutan belum sepenuhnya hilang karena budaya membakar lahan untuk pertanian masih lekat di masyarakat.(ANTARA FOTO/FB Anggoro)

Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sedang mengembangkan teknologi tepat guna yang memudahkan masyarakat membuka lahan tanpa melakukan pembakaran. 

"Kami sedang melakukan studi dan pelatihan untuk pembukaan lahan tanpa bakar dan ini diperlukan teknologi, tentunya teknologi yang tepat guna sehingga rakyat tidak perlu membakar tapi cukup dengan menggunakan teknologi ini," kata Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim KLHK Ruandha Agung Sugardiman saat dihubungi Antara dari Jakarta, Jumat. 

Ruandha menjelaskan membuka lahan dengan melakukan pembakaran, apalagi pada yang lahan luas, berisiko mengganggu lingkungan sekitar selain menambah buangan gas rumah kaca yang mempengaruhi perubahan iklim.

Kementerian, ia melanjutkan, melakukan sosialisasi dari rumah ke rumah untuk meningkatkan pemahaman warga mengenai bahaya melakukan pembakaran lahan atau area hutan.

"Jadi kami lakukan sosialisasi door to door (rumah ke rumah) sehingga rakyat akan sadar bahwa kebakaran hutan ini menjadikan bahaya tidak saja bagi daerah mereka masing-masing, tapi juga bagi Indonesia pada umumnya," katanya. 

Penerapan pendekatan itu diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan membakar dan menurunkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

Baca juga:
BMKG deteksi 103 titik panas di Riau
BNPB: 1.061 titik panas terpantau di Kalbar

 

Pewarta:
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar