New York (ANTARA News) - Kurs dolar AS melemah terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena para investor menantikan pembicaraan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

Perundingan perdagangan pekan depan antara kedua negara tersebut menghidupkan kembali harapan para investor bahwa kedua belah pihak akan menemukan cara untuk meredakan ketegangan perdagangan saat ini.

Permintaan pasar terhadap mata uang safe-haven seperti greenback tertekan oleh berita tentang pembicaraan perdagangan antara kedua negara tersebut.

Pada data ekonomi, Indeks Sentimen Konsumen AS yang dirilis oleh Survei Konsumen Universitas Michigan (UM) pada Jumat (17/8) turun menjadi 95,3 pada Agustus dari 97,9 pada Juli, lebih rendah dari ekspektasi para analis. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,56 persen menjadi 96,106 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,1442 dolar AS dari 1,1365 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,2746 dolar AS dari 1,2708 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi 0,7317 dolar AS dari 0,7259 dolar AS.

Dolar AS dibeli 110,60 yen Jepang, lebih rendah dari 110,88 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9952 franc Swiss dari 0,9964 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3054 dolar Kanada dari 1,3157 dolar Kanada.

Baca juga: Data ekonomi terbaru AS picu pelemahan dolar
Baca juga: Menkeu: Asumsi Rp14.400/dolar merupakan angka konservatif


 

Pewarta: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2018