Kerusuhan pecah di perbatasan Brazil antara warga dan pendatang Venezuela

Kerusuhan pecah di perbatasan Brazil antara warga dan pendatang Venezuela

Seorang pengunjuk rasa anti-pemerintah melempar batu ke arah polisi di Caracas, Venezuela, Sabtu (22/3). Dua korban tewas akibat luka tembak dalam aksi protes menentang pemerintahan Presiden Nicolas Maduro, kata saksi mata dan media setempat. (REUTERS/Carlos Garcia Rawlins)

Brasilia (ANTARA News) - Warga kota perbatasan Brazil, Pacaraima, pada Sabtu mengamuk dan mengusir para pendatang dari Venezuela setelah seorang pemilik restoran setempat menjadi korban penusukan dan pemukulan, kata sejumlah saksi dan otoritas setempat.

Unjuk rasa warga lokal itu memaksa ratusan pendatang Venezuela melarikan diri ke arah perbatasan dengan berjalan kaki. Para warga juga membakar harta benda yang ditinggalkan.

Selain itu mereka membakar sejumlah ban untuk memblokade jalan yang menjadi penghubung antara kedua negara, demikian rekaman video yang disiarkan pemerintah negara bagian Roraima.

Kemarahan itu dipicu peristiwa perampokan dan pemukulan terhadap seorang warga di rumahnya pada Jumat malam, kata pejabat keamanan negara bagian Roraima, Giuliana Castro, melalui sambungan telepon.

Setelah melewati perbatasan di negara asal, warga Venezuela membalas dengan menyerang sekitar 30 orang Brazil yang tengah pulang setelah berbelanja. Para korban kini harus berlindung di tempat penampungan, kata Castro.

Kementerian Penerangan Venezuela hingga kini belum memberikan keterangan apa pun terkait peristiwa ini.

Sebelumnya, puluhan ribu warga Venezuela mengungsi menuju negara-negara di kawasan Amerika Latin untuk melarikan diri dari krisis ekonomi dan politik yang tengah melanda tanah air mereka. Gelombang pendatang tersebut membuat negara bagian Roraima kewalahan menyediakan layanan sosial.

Selain itu, arus kedatangan yang besar juga dituding menyebabkan peningkatan angka kejahatan, prostitusi, dan wabah penyakit, kata sejumlah otoritas di Brazil.

Seorang warga Pacaraima, yang mengaku bernama Ismael, menjelaskan kronologi peristiwa. Dia mengatakan bahwa empat orang pendatang Venezuela telah memasuki rumah korban secara paksa, mengikat korban dan istrinya, lalu menusuk dan memukulinya hingga terluka parah.

Keempat orang itu kemudian merampok isi rumah, kata Ismael kepada Reuters.

"Orang-orang di sini sekarang membawa senjata di tangan. Mereka membakar harta para pendatang yang tinggal berkemah di sini," kata Ismael.

Polisi saat ini tengah memburu tersangka.

Mereka diduga mengambil uang sebesar 23.000 reals Brazil, atau sekitar Rp70 juta dari korban bernama Raimundo. Dia menderita luka di kepala dan sudah dirawat di rumah sakit, kata Castro.

Saat ini tentara Brazil telah dikerahkan di Pacaraima untuk memulihkan situasi keamanan dan meminta pendatang untuk kembali ke negaranya demi keselamatan mereka sendiri, kata Castro.

Perekonomian Venezuela tengah mengalami krisis berkepanjangan. Kondisi ini menyebabkan kelangkaan bahan makanan dan obat-obatan. Warga Venezuela memilih meninggalkan rumahnya sendiri untuk mencari penghidupan yang lebih baik di negeri orang.

Namun tidak semua negara tetangga menerima kedatangan mereka. Pemerintah di Roraima sudah menyatakan krisis sosial akibat gelombang imigrasi dan meminta pemerintah pusat menutup perbatasan.

Editor: GM Nur Lintang/Rahmad Nasution

Pewarta:
Editor: Gusti Nur Cahya Aryani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar