Kepala BPOM: bantuan gempa harus terjaga mutunya

Kepala BPOM: bantuan gempa harus terjaga mutunya

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K.Lukito menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Sekda Lombok Utara Suardi yang merupakan hasil penggalangan dari seluruh jajaran BPOM . Total hasil penggalangan tersebut senilai Rp231.512.000 yang sebagian telah didistribusikan oleh tim relawan BPOM. ( Dokumentasi Humas BPOM)

Makanan dan obat bagi para korban juga harus bermutu serta aman digunakan
Jakarta (ANTARA News) - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K.Lukito mengatakan pihaknya memastikan bahwa mutu obat dan makanan yang akan dikonsumsi oleh korban gempa Nusa Tenggara Barat (NTB) aman dan layak digunakan.

"Saya mengimbau kepada jajaran Balai Besar POM di Mataram meskipun terkena dampak gempa namun tetap melaksanakan tugas dan fungsi perlindungan dengan baik. Termasuk makanan dan obat bagi para korban juga harus bermutu serta aman digunakan," kata Penny saat mengunjungi posko korban gempa di kantor Bupati Lombok Utara, Minggu.

Penny seperti dikutip dalam siaran persnya di Jakarta, Minggu berharap para petugas kesehatan dan relawan dapat ikut berpartisipasi aktif menjaga makanan yg akam dikonsumsi korban.

Penny didampingi Sekda Lombok Utara Suardi meninjau tenda-tenda pengungsi dan rumah sakit lapangan yang didirikan tepat di depan Kantor Bupati Lombok Utara. 

Selain bertemu dengan pengungsi, Kepala BPOM juga berdialog dengan para petugas kesehatan terkait kebutuhan dan penyimpanan logistik obat dan makanan.

Pada kesempatan itu, Kepala BPOM memberikan bantuan secara simbolis yang merupakan hasil penggalangan dari seluruh jajaran BPOM yang dipimpinnya. Total hasil penggalangan tersebut senilai Rp231.512.000 yang sebagian telah didistribusikan oleh tim relawan BPOM. 

Selain itu, BPOM juga melakukan upaya penggalangan bantuan dari berbagai pihak seperti asosiasi pelaku usaha, industri serta akademisi untuk bersama-sama peduli dan membantu sesama. 

Bantuan yang diterima oleh Sekda Lombok Utara merupakan bentuk kepedulian seluruh jajaran BPOM terhadap kondisi para korban gempa bumi di Lombok. 

"Jajaran BPOM ikut merasakan penderitaan para korban, seluruh pihak termasuk kementerian/lembaga negara bersatu padu memulihkan kondisi Lombok agar seperti sedia kala", kata Penny.

BPOM sendiri telah membentuk tim relawan yang  telah berada di Lombok sejak tanggal 11 Agustus 2018. Tim relawan BPOM telah mendistribusikan bantuan masyarakat berupa  bahan makanan, air minum, pakaian layak pakai, dan terpal ke beberapa titik posko pengungsian antara lain, Posko Dusun Busur Barat, Posko Dusun Kuripan, Desa Sigar Penjalin dan Desa-desa terpencil di daerah Lombok Barat. 

Dalam kesempatan kunjungan, Kepala BPOM beserta tim memastikan obat-obatan didistribusikan, disimpan dan diberikan dalam kondisi berkualitas baik untuk pasien yang membutuhkan. 

Untuk itu, Badan POM juga memberikan bantuan berupa lemari pendingin untuk penyimpanan obat. Dalam kunjungan diserahkan juga bantuan untuk keperluan keseharian seperti selimut, masker, terpal, tenda, popok bayi, dan sereal yang sangat dibutuhkan masyarakat.

"Tim relawan BPOM melaporkan barang-barang yang memang dibutuhkan, sesuai dengan imbauan kami untuk mendata agar bantuan tepat sasaran dan berguna," ujar Penny Lukito.

Baca juga: BNPB klarifikasi penyaluran bantuan warga ke Lombok
Baca juga: Distribusi bantuan korban gempa terkendala kurangnya kendaraan

 

Pewarta: Zita Meirina
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar