Jepang ternyata gemar bunga asal Sukabumi

Jepang ternyata gemar bunga asal Sukabumi

Bunga krisan (Chrysanthemum) (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Put)

Salah satu bunga yang menjadi andalan adalah krisan (Chrysantemum). Bibitnya bisa menembus ekspor hingga ke Jepang
Sukabumi (ANTARA News) - Beberapa jenis bunga hias yang diproduksi petani asal Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mampu menembus pasar dalam dan luar negeri khususnya Jepang.

"Salah satu bunga yang menjadi andalan adalah krisan (Chrysantemum). Bibitnya bisa menembus ekspor hingga ke Jepang," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi Dedah Herlina di Sukabumi, Minggu.

Menurutnya, Kabupaten Sukabumi memiliki kawasan bunga dan daun potong yang memproduksi florikultura atau tanaman hias, seperti krisan, anggrek, dracena, sedap malam, philodendron, dan anthurium untuk memenuhi pasar domestik dan internasional.

Produksi bunga krisan, setiap tahun rata-rata mencapai 15 juta tangkai yang ditunjang dengan luas lahan mencapai 20 hektare atau sekitar 400 unit "green house" (GH) dengan luas rata-rata setiap GH mencapai 500 meter persegi yang tersebar di Kecamatan Sukaraja, Sukabumi, Cicurug, dan Cidahu.

Budi daya bunga krisan ini cukup mudah yakni dengan cara stek dan tanah di Kabupaten Sukabumi memang cocok sebagai penghasil komoditas florikultura.

Untuk mendongkrak produksi bunga hias tersebut, hingga kini pihaknya sudah membina sebanyak 22 kelompok tani yang anggotanya antara 15-20 orang. Tingginya permintaan untuk ekspor ini tentunya menjadi peluang bagi peningkatan pendapatan petani.

"Omzet yang didapatkan petani dari memproduksi bunga hias khususnya jenis krisan ini cukup menjanjikan. Bahkan, pada waktu tertentu seperti Idul Fitri dan Natal omsztnya berlipat ganda," tambahnya.

Dedah mengatakan, berbagai upaya dilakukan pihaknya untuk mendongkrak pendapatan petani selain dengan memberikan bantuan modal, pupuk maupun bibit. Pihaknya membantu pemasaran dan mempermudah perizinan ekspor.

Baca juga: Mentan dorong ekspor bunga hias
 

Pewarta: Aditia Aulia Rohman
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar