Asian Games 2018

Transjakarta sediakan 10 "shuttle bus" di GBK

Transjakarta sediakan 10 "shuttle bus" di GBK

Seorang Jurnalis menggunakan kartu akses gratis TransJakarta bagi wartawan peliput Asian Games 2018 di Jakarta, Senin (13/8/2018). INASGOC, PT TransJakarta dan Gubernur DKI Jakarta memberikan fasilitas gratis bagi 5.000 wartawan yang memiliki akreditasi Asian Games untuk menggunakan transportasi TransJakarta selama 10 Agustus-15 September 2018. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/kye/18

Tidak ada persyaratan, semua pengunjung di GBK boleh naik
Jakarta (ANTARA News) - Kepala Humas PT Transjakarta Wibowo mengatakan pihaknya menyediakan 10 bus antar-jemput (shuttle bus) tiap hari untuk kebutuhan pengunjung di Gelora Bung Karno (GBK) selama perhelatan Asian Games 2018.

"Jumlah bus bervariasi. Kami menyesuaikan dengan operasional, seperti hari ini ada 10 unit "shuttle bus" di GBK," kata Wibowo di Jakarta, Senin.

Wibowo melanjutkan bus tersebut terdiri atas dua jenis, yaitu shuttle bus Royaltrans dan Metrotrans.

Pengunjung atau penonton yang hendak menonton Asian Games dapat menikmati layanan shuttle bus dengan rute Stasiun Palmerah dan keliling sekitar GBK.

Disinggung mengenai persyaratan untuk menaiki shuttle bus, Wibowo mengatakan tidak ada syarat khusus.

"Tidak ada persyaratan, semua pengunjung di GBK boleh naik," ujar Wibowo.

Baca juga: Transjakarta sediakan rute wisata gratis bagi atlet

Berdasarkan laporan dan pemantauan, Wibowo melanjutkan, layanan shuttle bus dinilai efektif.

Sebelumnya, Direktur Media dan Public Relations (PR) Inasgoc Danny Buldansyah mengatakan shuttle bus akan mengelilingi venue-venue pertandingan di GBK.

Ada tujuh titik pemberhentian shuttle bus, yakni di Jakarta Convention Center, Istora Senayan, Aquatic Center, hall basket, venue voli, panahan, dan Lapangan ABC.

Shuttle bus tersebut beroperasi hingga pukul 23.00 WIB dengan jeda waktu antar bus sekitar 15 menit.

Baca juga: Ribuan armada siap kawal parade atlet Asian Games 2018

Pewarta:
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar