Khatib ingatkan pentingnya mendidik anak berbudi pekerti

Khatib ingatkan pentingnya mendidik anak berbudi pekerti

Umat Muslim melaksanakan salat Id di Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta, Selasa (21/8/2018). Masjid Agung Al Azhar menggelar salat Idul Adha 1439 Hijriah pada hari ini merujuk pada pelaksanaan puncak ibadah haji atau wukuf di Arafah yang dilaksanakan pada Senin (20/8/2018) atau 9 Dzulhijah 1439 Hjiriah. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

Ibrahim tidak berdoa agar dikaruniai anak yang tampan, pintar, atau kaya, tetapi agar dikaruniai anak yang saleh karena ketampanan, kepintaran, kekayaan tidak menjamin anak mematuhi perintah Allah,
Jakarta, (ANTARA News) - Khatib shalat Idul Adha 1439 Hijriah Masjid Agung Al Azhar, Jakarta, K.H. Mahfudh Makmun mengingatkan pentingnya mendidik anak agar berbudi pekerti, seperti Ismail yang patuh kepada perintah Allah.

"Ibrahim tidak berdoa agar dikaruniai anak yang tampan, pintar, atau kaya, tetapi agar dikaruniai anak yang saleh karena ketampanan, kepintaran, kekayaan tidak menjamin anak mematuhi perintah Allah," katanya di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan kini banyak dijumpai akhlak anak dan remaja yang mengkhawatirkan serta tidak mendengarkan dan berani kepada orang tua karena kurang mendapat pendidikan agama sejak dini.

Sebagian besar orang tua, kata dia, menyerahkan pendidikan anak sepenuhnya kepada pihak sekolah.

Padahal, kemampuan sekolah terbatas untuk melaksanakan pendidikan agama kepada murid-muridnya. Sekolah, mampu melaksanakan tugas membagi ilmu dengan baik, tetapi tidak mampu mendewasakan manusia.

"Banyak kita jumpai seorang anak dengan nilai baik di rapor, tetapi akhlak dan tingkah lakunya sehari-hari tidak sesuai dengan nilai tersebut," kata Mahfudh.

Selain faktor keturunan, katanya, suasana di rumah yang diciptakan orang tua juga akan berdampak terhadap tingkah laku anak.

Apabila suasana kurang nyaman, katanya, anak dapat mencari kenyamanan di tempat lain yang berpotensi memengaruhi perilakunya.
 
Umat Muslim melaksanakan salat Id di Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta, Selasa (21/8/2018). Masjid Agung Al Azhar menggelar salat Idul Adha 1439 Hijriah pada hari ini merujuk pada pelaksanaan puncak ibadah haji atau wukuf di Arafah yang dilaksanakan pada Senin (20/8) atau 9 Dzulhijah 1439 Hjiriah. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)


Cinta kepada anak pun, katanya, sebaiknya tidak dilakukan dengan memaksa anak menjadi seorang yang diinginkan orang tua, tanpa memperhatikan keinginan anak.

Seorang anak, berapa pun usianya, ucap KH Mahfudh, manusia yang memiliki jiwa, perasaan, dan kepribadian yang mungkin saja berbeda dengan orang tuanya.

Mahfudh menekankan akidah sebagai hal penting ditanamkan dalam diri sendiri dan anak sejak kecil serta terus menerus sepanjang hidup.

Masjid Al Azhar menggelar salat Idul Adha pada Selasa karena merujuk pada penanggalan di Arab Saudi, yakni wukuf dilakukan pada Senin (20/8) sehingga 10 Zulhijjah 1438 Hijriah, bertepatan pada 21 Agustus 2018.*

 


Baca juga: Khatib: berkurban wujud ketakwaan

Baca juga: Umat Islam Magelang gelar shalat Idul Adha



 

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar