Dompet Dhuafa "jemput bola" ke pengungsian

Dompet Dhuafa "jemput bola" ke pengungsian

Mataram, 21/8 (Antara) - Pekerja mulai menimbun sementara dengan menggunakan pasir pada retakan jalan di areal Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat, yang melayani penyeberangan ke Pulau Sumbawa, Selasa (21/8), pasca gempa tektonik 6,9 Skala Richter (SR) yang mengguncang pada Minggu (19/8) malam. Foto, Riza Fahriza

"Kegiatan layanan kesehatan ini sudah melalui tim survei maupun laporan dari para korban akan kebutuhan layanan kesehatan,
Jakarta, (ANTARA News) - Layanan sehat yang dilakukan relawan Dompet Dhuafa menggunakan sistem "jemput bola" karena para korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat, masih sulit menjangkau akses kesehatan.

"Kegiatan layanan kesehatan ini sudah melalui tim survei maupun laporan dari para korban akan kebutuhan layanan kesehatan," kata aktivis kemanusiaan Dompet Dhuafa dr Khalik, seperti dikutip dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.

Layanan jemput bola tersebut dilakukan karena selain masih sulitnya akses kesehatan, juga banyak anak-anak terserang sakit, mulai demam hingga diare.

Selain Aksi Layanan Sehat, terdapat pula pemulihan psikososial first aid (PFA) kepada para anak-anak, remaja dan orang tua di pos-pos pengungsian.

Di Dusun Senjakak, tim ALS Dompet Dhuafa membantu penanganan seorang ibu yang melahirkan dalam kondisi di pengungsian pada Minggu malam. "Alhamdulillah proses persalinan berjalan lancar dan bayi lahir dengan selamat," kata dr Khalik.

Dompet Dhuafa ikut berpartisipasi dalam penanganan korban gempa bumi di Lombok sejak gempa 7,0 SR mengguncang pulau tersebut pada Minggu (5/8).*

 


Baca juga: Taiwan sumbang Rp4,4 milIar untuk korban gempa Lombok

Baca juga: Wapres: Bangun kembali, uang dari pemerintah


 

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar