Seniman Indonesia-Inggris buat instalasi interaktif di Liverpool

Seniman Indonesia-Inggris buat instalasi interaktif di Liverpool

Ikustrasi - Pekerja beraktivitas di dekat karya seni instalasi dari bambu yang dibuat oleh seniman Joko Afianto, di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Rabu (15/8/2018). Pemprov DKI Jakarta memasang karya seni tersebut untuk memperindah Jakarta dalam rangka menyambut Asian Games 2018. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww/hp

Aurora sendiri merupakan salah satu kisah sukses dari perjalanan program UK/ID 2016-2018 yang telah memfasilitasi berbagai bentuk kolaborasi kreatif antar seniman Indonesia-Inggris,
Jakarta (Antara News) - Empat seniman Indonesia akan berkolaborasi dengan seniman asal Inggris untuk menciptakan sebuah karya seni instalasi interaktif terkait ruang di Toxteth, kota Liverpool di Inggris.

Menurut keterangan dari British Council yang diterima di Jakarta, Minggu, kolaborasi tersebut akan mengusung nama Aurora, dan instalasi ini secara khusus dibuat dengan cara memberikan respon terhadap ruang melalui berbagai teknik kesenian dalam sebuah tempat penampungan air berusia tua di Toxteth, Liverpool, yang bernama Toxteth Reservoir.

Aurora sendiri merupakan salah satu kegiatan dari rangkaian perayaan 10 tahun Liverpool menjadi pusat kesenian Eropa atau European Capital of Culture.

Seniman-seniman Indonesia yang akan berkolaborasi dalam pembuatan instalasi ini adalah Abshar Platisza, Bagus A. Pandega, Etza Meisyara, Digital Nativ oleh Miebi Sikoki dan Rudy Nurhadi, yang telah bertolak ke Liverpool pada 25 Agustus untuk memulai proses kreatifnya.

Para seniman Indonesia yang akan berkreasi di proyek Aurora merupakan lulusan Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung (ITB).

Sementara itu, seniman dari Inggris akan diwakili oleh Invisible Flock, kelompok seniman dari kota Leeds yang fokus pada kesenian interaktif dengan menggunakan teknologi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program seni dan budaya antara Indonesia dan Inggris yang diselenggarakan oleh British Council, bertajuk UK/ID 2016-2018, yang diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo pada April 2018 di Inggris.

Direktur Seni dan Industri Kreatif British Council Indonesia, Adam Pushkin, mengatakan bahwa Aurora merupakan sebuah wadah kreatif bagi para seniman, dengan latar belakang budaya yang berbeda, untuk berkreasi dan menanggapi situasi sekitarnya melalui seni.

"Aurora sendiri merupakan salah satu kisah sukses dari perjalanan program UK/ID 2016-2018 yang telah memfasilitasi berbagai bentuk kolaborasi kreatif antar seniman Indonesia-Inggris, salah satunya melalui residensi dan produksi karya seni seperti Aurora," kata Adam.

Menurut dia, British Council berharap cerita kolaborasi ini dapat menginspirasi terbukanya lebih banyak kesempatan kolaborasi antara seniman-seniman Indonesia dan Inggris.

Karya instalasi Aurora akan resmi dibuka untuk publik pada 21 September dan akan terus dapat dinikmati hingga 7 Oktober di Liverpool.

Melalui instalasi seni ini, para pengunjung akan memasuki area Toxteth Reservoir dan mengitari instalasi yang ditampilkan secara interaktif sehingga pengunjung dapat mendengar, melihat, dan merasakan sebuah karya seni melalui gabungan teknologi interaktif, soundscapes, cahaya, serta karya ukiran yang terbuat dari es.*

 


Baca juga: Anies resmikan instalasi karya seni bambu

Baca juga: Empat seniman berkreasi dalam instalasi seni Play In Progress


 

Pewarta: Aria Cindyara
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar