counter

Kepri kekurangan dokter spesialis

Kepri kekurangan dokter spesialis

Ilustrasi - Menteri Kesehatan Nila Moeloek (kiri) bersama Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Fachmi Idris (kanan) menyimak pertanyaan anggota Komisi IX DPR saat rapat kerja di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (29/3/2018). Raker tersebut membahas pelayanan dan pembiayaan obat untuk JKN, serta distribusi tenaga kesehatan melalui program Nusantara Sehat dan Wajib Kerja Dokter Spesialis. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Butuh 3-4 tahun lagi jumlah dokter ahli di Pemprov Kepri bertambah setelah mereka lulus pendidikan. Kondisinya seperti itu jika tidak ada dokter ahli yang direkrut,
Tanjungpinang, (ANTARA News) - Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau menyatakan wilayahnya membutuhkan cukup banyak dokter spesialis, karena sekarang jumlahnya terbatas.

Kepala Dinkes Kepri, Tjetjep Yudiana di Tanjungpinang, Rabu mengatakan, jumlah dokter di Kepri sekarang sekitar 1.200 orang, sebagian besar merupakan dokter umum.

"Jumlah dokter umum mencapai 1.000 orang. Mereka bertugas pada tujuh kabupaten dan kota, sudah merata. Sedangkan dokter ahli belum merata," katanya.

Padahal kehadiran dokter ahli semakin hari semakin dibutuhkan. Dokter yang bekerja di rumah sakit milik pemerintah, termasuk Rumah Sakit Umum Provinsi Kepri masih terbatas. Beberapa dokter disekolahkan pemerintah untuk mendapatkan keahlian khusus.

"Butuh 3-4 tahun lagi jumlah dokter ahli di Pemprov Kepri bertambah setelah mereka lulus pendidikan. Kondisinya seperti itu jika tidak ada dokter ahli yang direkrut," ucapnya.

Tjejep mengatakan jumlah dokter dengan keahlian khusus yang baru lulus pendidikan  sangat terbatas di Indonesia. Dokter ahli syaraf dan bedah dalam setahun masing-masing hanya lulus lima orang, sedangkan ahli jantung hanya 25 orang. "Mereka didistribusikan di seluruh rumah sakit di Indonesia," katanya.

Tjetjep mengatakan Kepri terbuka menerima dokter ahli. Jika ada dokter ahli yang mau bertugas di Kepri, maka dia sangat senang menerimanya.

"Syarat pelayanan maksimal itu, salah satunya ada dokter ahli," ujarnya.*

 

Baca juga: Sabu Raijua membutuhkan dokter spesialis

Baca juga: Menkes penuhi kebutuhan dokter spesialis di Asmat


 

Pewarta: Nikolas Panama
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar