Tiga menteri Bulgaria dipecat setelah kecelakaan bus yang fatal

Tiga menteri Bulgaria dipecat setelah kecelakaan bus yang fatal

Kepala negara berfoto bersama saat Konferensi Tingkat Tinggi Uni Eropa-Balkan Barat di Sofia, Bulgaria, Kamis (17/5/2018). (Vassil Donev/Pool via Reuters)

Sofia (ANTARA News) - Perdana Menteri Bulgaria Boyko Borissov memecat tiga menteri pada Jumat terkait dengan kecelakaan bus yang menewaskan 17 orang.

Dia menyatakan para politisi perlu bertanggung jawab atas kecelakaan yang menyebabkan kemarahan publik terhadap keadaan jalan raya yang buruk.

Borissov menuntut pengunduran diri Menteri Tranportasi Ivaylo Moskovski, Menteri Pembangunan Regional Nikolay Nankov dan Menteri Dalam Negeri Valentin Radev, demikian Reuters melaporkan.

"Kami menerima seluruh tanggung jawab politik dan karena itu kami mundur," kata Radev dalam jumpa pers, yang juga dihadiri Nankov. "Jelas kami tak berusaha mengatur segala sesuatu untuk menghindari kecelakaan seperti itu."

Lebih 20 orang juga luka-luka dalam kecelakaan Sabtu di bagian baratlaut Bulgaria. Bus itu jatuh ke sebuah jurang di dekat kota Svoge.

Ratusan warga masyarakat Svoge, sekitar 40 km sebelah utara Sofia, berunjuk rasa tiap hari sejak kecelakaan tersebut. Mereka menuntut pemeriksaan menyeluruh terhadap bagian jalan tempat kecelakaan terjadi. Mereka mengatakan pihak-pihak berwenang berbagai bidang mengabaikan tanda-tanda bahwa jalan belum diperbaiki dengan benar.

Bulgaria, sebuah negara dengan 7 juta penduduk, memiliki tingkat kecelakaan terburuk di Uni Eropa, demikian pula dengan negara tetangganya di Balkan, Rumania. Tahun lalu, 678 orang meninggal dalam berbagai kecelakaan lalu lintas di Bulgaria.

Baca juga: Bulgaria, Yunani, Turki bersatu perangi gelombang migran

Sejumlah tabrakan di jalan dan lintasan kereta api beberapa tahun belakangan telah memicu rangkaian protes dari masyarakat atas penanganan pemerintah terkait penangangan keselamatan tranportasi serta pengawasan mengenai perjanjian pembelian barang dan jasa untuk pemeliharaan jalan.

Kelompok Sosialis yang beroposisi menyerukan kabinet Borissov mundur, dengan menyatakan kecelakaan tersebut merupakan konsekuensi langsung dari praktik-praktik korupsi.

Para pengamat mengatakan pengunduran diri itu sepertinya tidak merusak stabilitas pemerintah koalisi. Tetapi, mereka memperkirakan ketegangan politik akan naik dengan oposisi mendorong pemilihan awal pada musim semi.

Rakyat Bulgaria telah lama mengeluhkan bahwa pemerintahan berturut-turut telah gagal memberlakukan perlindungan dasar bagi sejumlah jalan dan lintasan kereta api.

Korupsi merupakan masalah serius di negara anggota Uni Eropa itu. Bulgaria telah menyatakan kemauan politiknya untuk memberantas korupsi, tetapi gagal membawa para pejabat tingkat tinggi ke balik jeruji atas dakwaan korupsi.

Editor: Tia Mutiasari

Pewarta:
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar