counter

Presiden Jokowi tinjau SMPN 6 Mataram

Presiden Jokowi tinjau SMPN 6 Mataram

Presiden Joko Widodo menghibur para anak terdampak gempa Lombok di tenda pengungsian yang terletak di Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat, Minggu malam. (Biropers Setpres)

Mataram  (ANTARA News) - Presiden Joko Widodo meninjau SMPN 6 Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat yang menjadi salah satu sekolah terdampak gempa bumi, Senin.

Dalam kunjungannya itu, Presiden Jokowi menyapa ribuan siswa di sekolah darurat yang beratapkan terpal sambil membagikan buku dan sepeda.

Jokowi tiba di SMPN 6 Mataram pukul 09.40 Wita, usai memimpin apel siaga bencana bersama ribuan relawan di Lapangan Gunungsari, Lombok Barat.

Begitu tiba, Jokowi yang juga didampingi Gubernur NTB TGH Zainul Majdi atau akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, serta Seskab Pramono Anung itu disambut Wali Kota Mataram  Ahyar Abduh dan Sekda Effendi Eko Saswito.

Keduanya langsung menuju bangunan sekolah yang retak akibat diguncang gempa bumi beruntun awal Agustus lalu.

Di tempat ini, Jokowi dan TGB menyapa para siswa yang tengah belajar di tenda darurat yang berada di halaman sekolah yang terlihat cukup padat.

Jokowi dan TGB kemudian menyapa anak-anak sambil membagikan buku tulis ke anak-anak yang kemudian juga ikut dibagikan oleh TGB dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

Usai membagikan buku, Jokowi juga tampak menanyakan kondisi para siswa mengenai bencana gempa 6,9 SR dan dilanjutkan 7.0 SR, serta gempa susulan lainnya yang mengguncang kawasan tersebut hingga kini.

Selanjutnya, Jokowi ikut menghibur para siswa dengan cara bernyanyi bersama lagu Asian Games 2018 yang berjudul Meraih Bintang yang dibawakan Via Vallen.

Baca juga: Presiden apel siaga "NTB Bangun Kembali" di Lombok
Baca juga: Presiden Jokowi perkenalkan teknologi rumah sehat tahan gempa

 

Pewarta: Nur Imansyah
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

BNPB targetkan validasi data korban rampung Oktober

Komentar