counter

Indonesia sesalkan AS hentikan pendanaan kepada UNRWA

Indonesia sesalkan AS hentikan pendanaan kepada UNRWA

Presiden Joko Widodo (kanan) menerima Ketua Komite Olimpic Palestina Jibril Mahmoud Muhammad Rajoub (kiri) di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (21/8/2018). Dalam pertemuan tersebut Presiden Joko Widodo mengapresiasi keikutsertaan Palestina dalam Asian Games 2018 dan berharap ajang olahraga ini memberikan energi untuk perjuangan Palestina. (ANTARA FOTO/Setpres/Kris)

Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah Indonesia menyesalkan keputusan Pemerintah Amerika Serikat menghentikan pendanaan kepada Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina (UNRWA).

Pemerintah Indonesia pada intinya menyesalkan keputusan Pemerintah Amerika Serikat menghentikan iuran kepada UNRWA, kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir di Jakarta pada Selasa.

Pemerintah Indonesia menekankan bahwa UNRWA memiliki peran penting dalam memberi bantuan kemanusiaan, kesehatan dan pendidikan kepada jutaan anak-anak dan perempuan pengungsi Palestina.

Untuk itu, Pemerintah Indonesia bersama masyarakat madani dan dermawan nasional akan terus bekerjasama dalam memberikan sumbangsih Indonesia kepada pengungsi Palestina.

Pemerintah Indonesia juga mengajak masyarakat dunia bekerja sama meningkatkan dukungan kepada UNRWA.

Indonesia pada Agustus memberikan iuran 200 ribu dolar Amerika Serikat untuk UNRWA.

Baca juga: Pemimpin Liga Arab cela keputusan AS hentikan bantuan buat UNRWA

Pemerintah Amerika Serikat pada Jumat memutuskan menghentikan pendanaan bagi UNRWA, yang mendukung pengungsi Palestina.

"Pemerintah Amerika Serikat secara hati-hati meninjau ulang masalah itu dan menyatakan bahwa Amerika Serikat tidak akan memberikan sumbangan tambahan kepada UNRWA," kata wanita juru bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat Heather Nauert.

UNRWA menyatakan menyediakan layanan bagi lima juta pengungsi Palestina, yang sebagian besar adalah keturunan dari yang pergi meninggalkan Palestina dalam perang pada 1948.

Editor: Boyke Soekapdjo

Pewarta: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Ratusan pencari suaka di Pekanbaru lakukan aksi damai

Komentar