Metropolitan

Kebijakan ganjil-genap meningkatkan mutu pelayanan kendaraan umum

Kebijakan ganjil-genap meningkatkan mutu pelayanan kendaraan umum

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (Susylo Asmalyah/Antara)

Jakarta (ANTARA News) - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan kebijakan plat nomor kendaraan ganjil-genap rencananya untuk meningkatkan mutu pelayanan kendaraan umum.
     
"Karena yang dibutuhkan kendaraan umum yang lebih banyak, yang lebih nyaman dan harganya terjangkau," kata Anies di Jakarta Pusat, Selasa.
     
Hal tersebut terkait diperpanjangnya kebijakan ganjil-genap sampai selesai even Asian Para Games pada 13 Oktober 2018.  Menurutnya perubahan perilaku yang terjadi dalam ganjil-genap, karena saat ini sifatnya temporer dalam artian selesai Asian Games lalu diperpanjang sampai Asian Para Games. 
     
Anies mengatakan di beberapa negara ketika pemberlakuan ganjil-genap diubah menjadi jangka panjang terjadi perubahan perilaku, dimana dalam jangka pendek berpindah dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum. Tapi dalam jangka panjang ternyata dampaknya beda, dimana terjadi pada sebagian warga memiliki kendaraan tambahan. 
     
"Jadi bukan mengurangi kemacetan, tapi menambah jumlah kendaraan karena itu kami akan kaji lebih jauh," kata Gubernur.
     
Diharapkan jangan sampai kebijakan ganjil-genap justru membuat kendaraan di Jakarta jumlahnya lebih banyak karena ganjil-genap yang sifatnya permanen. Anies menyampaikan belum ada rencana mempermanenkan ganjil-genap.
     
Perpanjangan kebijakan ganjil genap yang tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 92 Tahun 2018. Pergub tersebut berlaku mulai 3 September 2018 hingga 13 Oktober 2018 atau setelah Asian Para Games selesai.
     
Hal itu guna mempermudah pada pengelolaan lalu lintas dan juga menjaga kebiasaan yang sudah terbangun selama Asian Games.
   
Selain itu, perpanjangan kebijakan ganjil genap pada periode ini, digunakan juga untuk pengambilan data yang lebih lengkap dan menyeluruh atas dampak kebijakan pembatasan lalu lintas.

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar