counter

Pemkab Lombok Barat sebar guru peduli bencana

Pemkab Lombok Barat sebar guru peduli bencana

Sejumlah anak bernyanyi bersama dengan relawan di tempat penampungan pengungsi korban gempa bumi di Pemenang, Lombok Utara, Lombok Utara, NTB, Selasa (7/8/2018). (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

 Lombok Barat  (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Lombok Barat bekerja sama dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Nusa Tenggara Barat melaksanakan program penyebaran guru peduli terhadap dampak bencana gempa bumi.

 Sebanyak 54 guru yang bergabung dalam program tersebut dilepas oleh Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid bersama Ketua PGRI NTB Ali Rahim di Gerung, Ibu Kota Kabupaten Lombok Barat, Sabtu.

  Para tenaga pendidik tersebut berasal dari unsur guru tetap daerah berstatus non-pegawai negeri sipil (PNS) Kabupaten Lombok Barat yang tergabung dalam Guru Relawan Bencana Lombok.

 Ketua PGRI NTB Ali Rahim memastikan 54 guru tersebut adalah para guru non-PNS yang ingin mendedikasikan ilmunya, khusus untuk anak-anak sekolah korban gempa.

 "PGRI yang merekrut mereka berdasarkan kepedulian dan kesukarelaan. Tidak ada gaji yang disiapkan, tapi kita menyiapkan uang transport saja," kata Ali yang akan demisioner beberapa waktu lagi.

 Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid menyambut baik kelompok guru yang ingin mendedikasikan hidupnya kepada  anak-anak sekolah yang menjadi korban gempa.

 "Saya sangat bangga dengan kebersamaan yang ditunjukkan para guru. Tidak ada yang tidak bisa kita lakukan jika kita terus bersama," katanya.

 Sebanyak 54 guru peduli bencana tersebut terdiri atas empat guru SMA, sisanya tenaga pendidik SD dan SMP.

 Mereka terbagi dalam sembilan regu yang akan bertugas mengajar di empat kecamatan terdampak gempa di Kabupaten Lombok Barat dan sebagian lainnya juga bertugas di Kabupaten Lombok Utara.

 Koordinator Guru Relawan Bencana Lombok Taufikurrahman mengaku telah diberikan pelatihan untuk memberi penyembuhan dari trauma ke anak-anak sekolah terdampak gempa.

 Guru tidak tetap di SDN 2 Gerung Selatan itu, menambahkan para guru sukarela hanya bertugas sekali dalam satu minggu di lokasi penempatan

 "Hanya sehari saja dalam seminggu. Jadi tidak mengganggu tugas pokok mengajar di sekolah asal," ujar Taufik yang juga Ketua Asosiasi Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer NTB itu.

 Data Pemkab Lombok Barat, jumlah sekolah yang terdampak gempa bumi sebanyak 158 SD dan 37 SMP. Sebagian besar rusak sedang sampai berat, sisanya rusak ringan.

   Baca juga: Guru-guru di Lombok akan dirotasi untuk pemulihan trauma
Baca juga: Mataram dapat puluhan tenda darurat untuk sekolah

Pewarta: Awaludin
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

BNPB targetkan validasi data korban rampung Oktober

Komentar