Jakarta (ANTARA News) - Chief Accounting Officer Tesla Inc, Dave Morton memilih keluar dari perusahan yang memproduksi mobil listrik dan perangkat energi itu, setelah dikabarkan tidak sependapat dan mulai diabaikan oleh CEO Elon Musk terkait transaksi potensial pengambilalihan saham.

Morton keluar dari perusahaan ini setelah menyimpulkan bahwa CEO Elon Musk tidak tertarik pada rincian akuntansi seputar transaksi pengambilalihan Tesla menjadi perusahaan private (perseorangan) oleh Elon Musk, menurut CNBC mengutip orang-orang yang dekat dengan masalah ini.

Morton mengundurkan diri 4 September, menurut pengumuman yang dirilis Tesla pada Jumat kemarin (7/9). “Sejak saya gabung Tesla pada 6 Agustus, tingkat perhatian publik ditujukan pada perusahaan ini, seperti halnya percepatan dalam perusahaan, telah melampaui harapan saya,” kata Morton dalam surat pengajuan yang dirilis perusahaan, Jumat.

Morton baru bergabung dengan Tesla pada 6 Agustus lalu setelah Tesla mendekatinya untuk jabatan kepala akuntansi.

Sehari setelah itu, Musk men-tweet dia mengenai rencananya untuk mengambilalih perusahaan menjadi perusahaan private dengan “dana aman”. Morton, yang meninggalkan perannya sebagai CFO Seagate untuk bergabung dengan Tesla, tidak bingung dengan tweet tersebut dan bertemu dengan Musk untuk membahas detil mengenai kendala-kendala rencana Musk.

Dia mengemukakan rincian spesifik seperti perubahan ekuitas ketentuan kontrol dan potensi langkah-langkah dalam nilai utang Tesla yang terkait dengan pemegang saham pengendali baru.

Musk dan eksekutif lainnya tampaknya tidak peduli dengan berbagai hambatan keuangan, yang terkait dengan Morton. Ketika Morton menawarkan nasihat tentang memanfaatkan perusahaan melalui cara lain daripada menjadi perusahaan private, dia diabaikan.

Morton memang sudah terlanjur mengundurkan diri, meskipun pada 24 Agustus Elon Musk sebagai CEO telah mengumumkan secara terbuka bahwa Tesla akhirnya tetap sebagai perusahaan publik. Dengan berbagai pertimbangan, keputusan itu merupakan yang lebih baik daripada go-private.

Dari masukan yang diterima Elon Musk, dijelaskan bahwa sebagian besar pemegang saham Tesla percaya bahwa akan lebih baik tetap sebagai perusahaan publik. Selain itu, sejumlah pemegang saham institusional telah menjelaskan bahwa mereka memiliki masalah kepatuhan internal yang membatasi seberapa banyak mereka dapat berinvestasi jika Tesla menjadi perusahaan private.

“Setelah mempertimbangkan semua faktor ini, saya bertemu dengan Dewan Direksi Tesla kemarin dan memberitahu mereka bahwa saya yakin jalan yang lebih baik adalah Tesla tetap menjadi (perusahaan) publik. Dewan menunjukkan bahwa mereka setuju,” kata Musk dalam surat yang dipublikasikan di laman Tesla, 24 Agustus lalu.

Kepergian Morton bukanlah satu-satunya eksekutif yang baru-baru ini meninggalkan Tesla.

Pada kuartal pertama tahun ini, Tesla kehilangan pendahulu Morton, Eric Branderiz, dan Susan Repo, yang merupakan bendahara dan wakil presiden keuangan. CFO Deepak Ahuja pensiun pada 2015, dan kembali tahun lalu ketika penggantinya, Jason Wheeler, mengundurkan diri setelah bergabung hanya dalam 15 bulan.

Baru-baru ini CEO Tesla Elon Musk juga membuat kejutan ketika tampil dalam wawancara panjang dengan Joe Rogan yang videonya berjudul “Joe Rogan Experience #1169 - Elon Musk” yang dirilis di channel PowerfulJRE YouTube.
 


Dalam wawancara itu, Musk tampak mengisap marijuana, dengan minuman beralkohol, dan menghunus samurai. Musk mengakui tidak mudah menjadi pemimpin perusahaan seperti Tesla yang harus terus berinovasi, dan bagaimana dia tidak pernah berhenti memikirkan kemajuan perusahaan. 
Pewarta:
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2018