WHO sebut pajak tembakau sebagai solusi "win-win-win"

WHO sebut pajak tembakau sebagai solusi "win-win-win"

Arsip Foto. Petugas Bea Cukai menunjukkan rokok ilegal yang berhasil diamankan di salah satu warung milik warga saat razia di Blitar, Jawa Timur, Rabu (8/8/2018). Ditjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan berhasil menekan peredaran rokok ilegal dari 12,4 persen menjadi sebesar 7,04 persen sejak Januari hingga pertengahan tahun 2018. (ANTARA /Irfan Anshori)

Seperti menembak tiga burung dengan satu batu, kesehatan masyarakat, keadilan dan pendapatan negara
Jakarta (ANTARA News) - Koordinator Unit Ekonomi Pengendalian Tembakau Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Jeremias N Paul mengatakan pengenaan pajak terhadap produk tembakau merupakan solusi "win-win-win" bagi pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG's).

"Seperti menembak tiga burung dengan satu batu, kesehatan masyarakat, keadilan dan pendapatan negara," kata Jeremias dalam lokakarya jurnalis yang merupakan bagian dari Konferensi Asia Pasifik untuk Tembakau dan Kesehatan ke-12 (APACT12th) di Nusa Dua, Bali, Rabu.
    
Jeremias mengatakan pengenaan pajak terhadap produk tembakau merupakan cara paling efektif untuk mengurangi konsumsi produk tembakau, yang pada akhirnya bisa mencegah kematian dan kecacatan.

Bila masyarakat lebih sehat karena konsumsi tembakau berkurang, penghasilan kelompok miskin yang terserap untuk belanja produk tembakau akan susut, dan anggaran untuk pelayanan kesehatan akan menurun pula.

"Pajak tembakau juga dapat meningkatkan pendapatan negara, yang kemudian bisa diinvestasikan untuk kesehatan," jelasnya.

Jeremias menjadi salah satu pembicara dalam lokakarya prakonferensi APACT12th yang memberikan pemahaman tentang pengendalian tembakau kepada 33 jurnalis dari Asia Pasifik.
    
Selain Jeremias, pembicara lainnya meliputi Penasihat Senior Vital Strategies Judith Mackay, Koordinator Knowledge for Progress (PROGGA) Bangladesh Hasan Shahriar, Koordinator Program Pengendalian Tembakau Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta Ahmad Nurhasim dan jurnalis senior Indonesia Desi Anwar.

Baca juga:
WHO desak peningkatan pajak tembakau
Kenaikan pajak tembakau cegah remaja merokok

 

Pewarta: Dewanto Samodro
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar