TNI bantu BKKBN jangkau daerah sulit untuk pelayanan KB

TNI bantu BKKBN jangkau daerah sulit untuk pelayanan KB

Pelaksana tugas Kepala BKKBN Sigit Priohutomo (kiri) berfoto bersama Kepala Pusat Kesehatan TNI Mayor Jenderal Ben Rimba (kanan) usai acara Forum Peningkatan Pelayanan KB MKJP di Fasilitas Kesehatan Pemerintah-TNI di Bogor Jawa Barat, Rabu malam (12/9/2018). (ANTARA/Aditya Ramadhan)

TNI akan berada di bawah kendali BKKBN dalam hal pengaturan kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga
Bogor (ANTARA News) - Tentara Nasional Indonesia siap mendukung dan membantu Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional menjangkau daerah sulit untuk memberikan pelayanan KB dan juga mencegah angka kematian ibu melahirkan.

"TNI akan berada di bawah kendali BKKBN dalam hal pengaturan kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga. Apapun nanti program BKKBN, TNI siap mendukung dari sisi fasilitas kesehatan sampai seluruh jajaran pihak kami," kata Kepala Pusat Kesehatan TNI Mayor Jenderal Ben Rimba di Bogor, Rabu malam.

Pelaksana tugas Kepala BKKBN Sigit Priohutomo mengatakan TNI mempunyai kekuatan yang luar biasa dalam Pembangunan Kependudukan dan KB.

"TNI juga berperan dalam menjangkau daerah-daerah perbatasan, terpencil dan kepulauan yang masih tinggi kebutuhan yang belum terpenuhi," kata Sigit. 

Sigit juga mengatakan melalui kerja sama dengan TNI juga dapat meningkatkan pembinaan ketahanan dan kesejahteraan keluarga melalui organisasi istri anggota TNI yakni Dharma Pertiwi yang dapat melakukan pendekatan secara langsung kepada keluarga-keluarga.

Kerja sama BKKBN-TNI juga dapat menjangkau daerah-daerah sulit dengan pelayanan KB yang berkualitas dan merata.

Selain itu TNI juga bisa membantu dalam upaya menurunkan angka kematian ibu melahirkan, mengingat angka Kematian Ibu melahirkan masih sangat tinggi saat ini yaitu 359 per 100.000 kasus.  

Sigit menerangkan faktor pemicu kematian ibu melahirkan disebabkan karena "4 Terlalu", yaitu terlalu banyak, terlalu sering, terlalu tua, dan terlalu muda melahirkan.

Di samping itu juga karena terlamabat mengambil keputusan sehingga terlambat mendapatkan penanganan, telambat sampai ke tempat rujukan karena terkendala transportasi dan medan yang sulit, terlambat mendapat penanganan yang adekuat karena terbatasnya sarana dan sumber daya yang ada.

Sigit berharap, Forum Peningkatan Pelayanan KB MKJP di Fasilitas Kesehatan Pemerintah-TNI yang diselenggarakan di Bogor merupakan bentuk komitmen bersama untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan KB.

Dia menginginkan agar kegiatan itu dapat menghasilkan suatu rekomendasi tentang strategi untuk meningkatkan pelayanan KB metode kontrasepsi jangka panjang, terutama di fasilitas Kesehatan TNI, dan forum diskusi peningkatan dari kegiatan yang telah dilakukan bersama TNI. 

Baca juga: BKKBN tingkatkan metode kontrasepsi jangka panjang di faskes TNI

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar