Kemensos latih volunter pendamping Asian Para Games

Kemensos latih volunter pendamping Asian Para Games

Menpora Imam Nahrawi (kedua kanan) didampingi Ketua Inapgoc Raja Sapta Oktohari (kedua kiri) dan Wali Kota Ternate Burhan Abdurahman (kanan) melakukan prosesi awal kirab obor (torch relay) Asian Para Games 2018 di Kedaton Kasultanan Ternate, Maluku Utara, Minggu (9/9/2018). Pawai obor di Ternate tersebut untuk menggelorakan semangat kesetaraan terhadap para penyandang disabilitas di kawasan Indonesia timur terutama dalam bidang olahraga. ANTARA FOTO/Humas Kemenpora/pras.

Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Sosial memberikan pelatihan kepada 330 koordinator volunter (sukrelawan) pendamping penyandang disabilitas yang akan bertugas pada perhelatan Asian Para Games, 6-13 Oktober 2018.

"Kementerian Sosial akan mengawal ketat dan serius pendampingan yang dilakukan volunter kepada atlet dan penonton penyandang disabilitas," kata Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Rabu.

Menteri dalam keterangan tertulisnya mengatakan pendampingan kepada penyandang disabilitas memerlukan keahlian, keterampilan, dan pengetahuan tentang keterbatasan dan kebutuhan khusus penyandang disabilitas.

Oleh karena itu volunter harus memahami perspektif disabilitas termasuk identifikasi hambatan, etika berinteraksi dengan penyandang disabilitas, serta pemahaman dasar tentang aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.

Dikatakannya, Kementerian Sosial mengawal penuh upaya untuk mendorong kesuksesan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Para Games yang ramah disabilitas.

Hal ini diamanatkan dalam Keputusan Presiden RI Nomor 2 Tahun 2016 tentang Panitia Nasional Penyelenggaraan Asian Para Games 201, pada pasal 5 disebutkan bahwa Menteri Sosial merupakan anggota Panitia Pengarah dan merupakan Wakil Ketua I Panitia Penyelenggara Indonesia Asian Para Games 2018.

Kementerian Sosial bertugas memberikan pelatihan kepada koordinator volunter Asian Para Games, memfasilitasi penyediaan transportasi yang memenuhi persyaratan aksesibilitas untuk peserta Asian Para Games.

Kemudian melakukan sosialisasi kepada penyandang disabilitas panti sosial, Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS), monitoring dan evaluasi pada fasilitas yang digunakan selama penyelenggaraan Asian Para Games 2018.

Juga memfasilitasi penyandang disabilitas yang akan menyaksikan pertandingan, serta membantu mengkoordinasikan Games Legacy Asian Para Games 2018 untuk menjadikan Indonesia sebagai negara ramah disabilitas.

"Pelayanan yang baik, keramahan, kenyamanan dan keamanan bagi para atlet penyandang disabilitas sangat penting. Apalagi ini merupakan kegiatan di tingkat Asia. Seluruh mata memandang ke Indonesia dan akan melihat bagaimana kita memberikan penghormatan yang bermartabat dan kesetaraan terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam Asian Para Games 2018," katanya.

Demi kenyamanan selama penyelenggaraan kegiatan, Kementerian Sosial juga menyediakan enam unit mobil Akses Disabilitas.

Indonesia Asian Para Games 2018 adalah ajang olahraga khusus atlet dengan disabilitas pertama tingkat Asia yang diselenggarakan di Indonesia. Kegiatan ini merupakan pemenuhan hak para penyandang disabilitas di bidang keolahragaan tingkat Asia.

Baca juga: 20 ribu orang kampanye kemanusiaan dukung Asian Para Games 2018

Pewarta:
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar