Maroko terapkan peraturan baru guna perangi kekerasan terhadap perempuan

Maroko terapkan peraturan baru guna perangi kekerasan terhadap perempuan

Jenazah korban terlihat di tempat terjadinya ledakan yang mengguncang cafe Argana di lapangan utama Marrakesh, Jamaa el-Fnaa, Kamis (28/4). Sebuah ledakan yang menewaskan 14 jiwa termasuk warga asing terjadi Kamis kemarin di sebuah kafe ramai pengunjung di daerah tujuan wisata di Marrakesh, pihak keamanan mengatakan tanda-tanda menunjukkan ledakan adalah aksi kriminal. (FOTO ANTARA/REUTERS/Youssef Bo)

Rabat, Maroko, (ANTARA News) - Satu peraturan baru yang menetapkan sebagai pelanggaran kekerasan terhadap perempuan diberlakukan di Maroko pada Rabu (12/9).

Peraturan baru tersebut, yang disahkan oleh Parlemen pada 14 Februari, menjatuhkan hukuman lebih berat atas pelaku berbacai jenis kekerasan terhadap perempuan, terutama jika perempuan menjadi sasaran kekerasan oleh orang yang dekat dengan mereka, dan yang memiliki wewenang atas mereka dan mestinya melindungi mereka.

Peraturan itu untuk pertama kali menetapkan hukuman bagi orang yang memaksa perempuan meniikah dan melakukan pelecehan seksual terhadap mereka, kata Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis pagi.

Selama beberapa bulan belakangan, kasus kekerasan terhadap perempuan berlipat, dan mendorong banyak perempuan untuk melancarkan protes guna menekan pemerintah agar menyusun peraturan yang lebih keras terhadap para pelaku dan menciptakan ruang yang lebih aman buat perempuan di tempat umum.

Baca juga: Maroko sahkan UU perangi kekerasan terhadap perempuan

Pewarta:
Editor: Chaidar Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar