Koalisi Prabowo-Sandiaga susun visi-misi berdasarkan masukan masyarakat

Koalisi Prabowo-Sandiaga susun visi-misi berdasarkan masukan masyarakat

Diskusi bertajuk "Mengintip Visi-Misi Capres-Cawapres" yang diselenggarakan Indonesia Political Review (IPR), di Bumbu Desa, Cikini, Jakarta, Jumat ((14/9/2018). (Imam Budilaksono)

Jakarta (ANTARA News) - Koalisi partai politik pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyusun visi-misi berdasarkan masukan masyarakat, khususnya keluhan terkait kondisi ekonomi saat ini, seperti harga kebutuhan pokok yang terus naik.

"Kami bersentuhan dengan rakyat dan mendapatkan keluhan terkait segala macam dinamika yang kemudian menjadi bahan untuk menyusun visi-misi," kata politisi muda Partai Gerindra Gusmiyadi dalam diskusi bertajuk "Mengintip Visi - Misi Capres dan Cawapres" di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat.

Dia mengakui koalisi Prabowo-Sandiaga lebih banyak mendorong penyelesaian persoalan ekonomi karena rakyat banyak menghadapi tantangan di bidang tersebut.

Dia mencontohkan pemberitaan hari ini dari sebuah surat kabar di daerah, ada 48 perusahaan yang tutup karena kondisi ekonomi saat ini.

"Kita tidak terlalu sulit untuk meraba apa yang dipikirkan Prabowo-Sandiaga, bahwa dari dulu beliau konsisten bicara tentang kemandirian, martabat, kedaulatan, yang diturunkan dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara," ujarnya.

Menurut dia, tanpa harus menyinggung apa yang sedang dibangun petahana, pihaknya fokus pada gerakan pembangunan ekonomi yang ditawarkan Prabowo-Sandiaga yaitu lebih banyak menyentuh sektor rill.

Dia menjelaskan dalam konteks ekonomi, pihaknya ingin membangun sesuatu yang sifatnya adil, dan kalau Prabowo-Sandiaga menang Pemilu Presiden (Pilpres) 2019, maka program Ok-Oce akan dibangun secara nasional.

"Karena kami pikir disana memang kita harus banyak melakukan intervensi kebijakan nanti ketika kami berkuasa sehingga kemudian ini membangun ruang bagi masyarakat untuk bisa beraktivitas dan kemudian dapat menyedot tenaga kerja yg besar untuk kebutuhan republik ini," katanya.

Pewarta: Imam Budilaksono
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar