Topan hentikan layanan feri di Selat China Selatan

Topan hentikan layanan feri di Selat China Selatan

Ketinggian air di Sungai Xiangjiang di Provinsi Hunan, China naik menjadi 38,37 meter membuat banjir di Changsha, ibu kota provinsi China tengah, pada Sabtu (1/7/2017). Sejak 22 Juni 2017 sungai terpanjang di China, Yangtze, juga meluap karena hujan deras dan lebih dari 260.000 orang mengungsi. (Xinhua Photo)

Guangzhou (ANTARA News) - Layanan feri di Selat Qiongzhou di China Selatan telah dihentikan pada Sabtu pagi (14/9), saat Topan Super Mangkhut mendekati Provinsi Hainan dan Guangdong di China Selatan, kata pemerintah lokal.

Mangkhut diperkirakan memasuki daratan di satu daerah antara Guangdong barat dan Hainan Timur pada Ahad malam, dengan membawa angin kencang dan hujan lebat, kata biro prakiraan cuaca lokal.

Menurut Pusat Meteorologi Nasional China, Mangkhut bergerak ke arah barat-laut dengan kecepatan 26 kilometer per jam pada pukul 08.00, sekitar 1.000 kilometer jauhnya dari Kota Yangjiang, Provinsi Guangdong, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu siang.

Baca juga: China ungsikan 200 ribu saat topan landa pantai timur

Lembaga kelautan provinsi telah mengerahkan beberapa helikopter dan perahu tunda untuk memindahkan 3.238 pekerja dari kilang lepas pantai dan memerintahkan 6.266 kapal untuk berlindung dari topan.

Editor: Chaidar Abdullah

Pewarta: Antara
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Polda Kepri tetapkan mandor berkebangsaan China sebagai tersangka

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar