counter

Wall Street berakhir turun terseret saham teknologi termasuk Apple

Wall Street berakhir turun terseret saham teknologi termasuk Apple

New York Stock Exchange. (nyse.com)

New York (ANTARA News) - Saham-saham di Bursa Wall Street turun pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena kerugian curam di beberapa saham teknologi terbesar yang membebani pasar secara keseluruhan di tengah ketegangan perdagangan global.

Indeks Dow Jones Industrial Average menurun 92,55 poin atau 0,35 persen, menjadi ditutup di 26.062,12 poin. Indeks S&P 500 merosot 16,18 poin atau 0,56 persen, menjadi berakhir di 2.888,80 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup berkurang 114,25 poin atau 1,43 persen, menjadi 7,895.79.

Sektor teknologi berakhir 1,39 persen lebih rendah, sebut Xinhua. Saham Apple termasuk di antara yang mengalami penurunan tajam. Saham pembuat iPhone itu jatuh 2,66 persen pada penutupan di tengah kekhawatiran bahwa pihaknya bisa terperangkat jika ketegangan perdagangan AS-China meningkat.

China adalah salah satu pasar terbesar Apple. Raksasa teknologi itu mengatakan awal bulan ini bahwa tarif-tarif AS pada barang-barang China bisa merugikan bisnisnya.

Saham raksasa e-commerce AS Amazon dan penyedia layanan streaming Netflix juga jatuh masing-masing turun 3,16 persen dan 3,9 persen pada penutupan pasar.

Saham Boeing, perusahaan dengan eksposur pendapatan luar negeri yang tinggi, turun lebih dari satu persen, sementara Caterpillar, saham sensitif perdagangan lainnya, naik 0,91 persen.

Kekhawatiran akan eskalasi ketegangan perdagangan muncul kembali terutama setelah laporan selama akhir pekan bahwa Amerika Serikat akan mengejar lebih jauh tarif-tarif internasional, para ahli mencatat.

Penasihat ekonomi Gedung Putih, Larry Kudlow, seperti dikutip Reuters, mengatakan pada Senin (17/9) bahwa dia memperkirakan Amerika Serikat akan segera mengumumkan tarif atas tambahan barang-barang China senilai 200 miliar dolar AS.

Baca juga: Wall Street berakhir menguat didukung data ekonomi

 

Pewarta: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar