counter

Krisis air bersih melanda 18 desa Temanggung

Krisis air bersih melanda 18 desa Temanggung

Arsip Foto. Warga antre mendapatkan air bersih di Dusun Keniten, Tepusen, Kandangan, Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (20/9/2017), ketika musim kemarau membuat sumber air warga mengering.(ANTARA/Anis Efizudin)

Temanggung, Jawa Tengah (ANTARA News) - Warga 53 dusun yang tersebar di 18 desa di sembilan wilayah kecamatan Kabupaten Temanggung menghadapi krisis air bersih karena sumber-sumber air mengering selama musim kemarau.

Pelaksana tugas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung Gito Walngadi di Temanggung, Selasa, mengatakan mata air di lereng Gunung Sumbing yang selama ini menjadi sumber air sebagian warga belakangan airnya menyusut sehingga warga kekurangan pasokan.

"Warga kini kesulitan air bersih dan meminta bantuan pada BPBD," katanya.

BPBD menyalurkan bantuan air bersih ke desa-desa yang mengalami krisis air bersih. Menurut Gito, desa terakhir yang meminta bantuan air bersih adalah Desa Kledung, Kecamatan Kledung.

Ia mengatakan BPBD mulai mendistribusikan air bersih ke desa itu pekan lalu dan kemudian secara teratur mengirim bantuan air dua kali dalam seminggu.

Warga Desa Kledung, Rodiah, mengatakan sumber air yang sebelumnya bisa memenuhi kebutuhan seluruh warga desa, kini hanya bisa mengalir ke sebagian rumah warga saja.

"Agar ada keadilan, pemerintah desa mematikan aliran ke seluruh rumah dan titik air hanya dialirkan di depan balai desa, mau tidak mau warga yang butuh air bersih harus antre untuk mengambilnya," katanya.

Baca juga:
Kemarau lebih panjang, risiko kekeringan-kebakaran meningkat
1.100 KK di Lebak kesulitan air bersih

 

Pewarta: Heru Suyitno
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

BPBD Temanggung salurkan air bersih atasi kekeringan di 27 desa

Komentar