SpaceX ungkap penumpang pertama penerbangan ke bulan

SpaceX ungkap penumpang pertama penerbangan ke bulan

Bulan (NASA)

Jakarta (ANTARA News) - Teki-teki tentang siapa calon penumpang SpaceX yang akan terbang mengitari bulan akhirnya terjawab. Perusahaan transportasi luar angkasa itu pada Senin (17/9) memenuhi janjinya untuk mengungkap jatidiri sang calon.

Orang itu adalah Yusaku Maezawa, miliuner Jepang pendiri dan bos situs belanja fesyen Zozo.  Dia akan menjadi orang pertama yang mengunjungi bulan, sejak misi Apolo AS berakhir pada 1972.

Rencananya, Maezawa akan diterbangkan ke bulan pada 2023 dengan menumpang pesawat Big Falcon Rocket (BFR) yang dikembangkan SpaceX.

"Dia adalah orang yang berani melakukannya," kata pemilik SpaceX, Elon Musk, seperti dikutip oleh Reuters.

Musk sebelumnya mengatakan dia ingin roket itu siap untuk perjalanan tanpa pilot ke Mars pada 2022, dengan penerbangan awak pada 2024, meskipun target produksi ambisiusnya telah diketahui meleset.

Jumlah yang dibayarkan Maezawa untuk perjalanan itu tidak diungkapkan, namun, Musk mengatakan pengusaha itu mengeluarkan deposit yang signifikan dan akan memiliki dampak material pada biaya pengembangan BFR.

Maezawa sempat menghebohkan dunia seni saat membeli sebuah lukisan tanpa judul karya Jean-Michael Basquiat seharga 110 juta dolar AS. Dia mengatakan akan mengundang enam hingga delapan seniman untuk menemaninya dalam misi ke bulan.

Maezawa akan bergabung dengan daftar selebriti yang telah mendapatkan kursi pada penerbangan yang ditawarkan di pesawat Virgin Galactic yang masih dikembangkan. Dengan SpaceX, pendiri Amazon.com Jeff Bezos 'Blue Origin' dan pengusaha Richard Branson pemilik Virgin Galactic tengah berjuang untuk meluncurkan pesawat luar angkasa sektor swasta.

Mereka yang telah mendaftar untuk terbang dalam misi sub-orbital Virgin Galactic termasuk aktor Leonardo DiCaprio dan bintang pop Justin Bieber. Penerbangan selama 90 menit itu berharga 250.000 dolar AS.

Perjalanan wisata singkat ke ruang angkasa dengan roket New Shepard milik Blue Origin kemungkinan akan menelan biaya sekitar 200.000 dolar AS hingga 300.000 dolar AS, setidaknya untuk harga awal, Reuters melaporkan pada bulan Juli.


Baca juga: SpaceX akan terbangkan penumpang pertama mengitari bulan

Baca juga: SpaceX akan bawa orang meluncur berkeliling bumi

Baca juga: SpaceX luncurkan satelit kembar untuk ukur air Bumi

Pewarta:
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar