counter

Perang dagang AS-Tiongkok mereda, IHSG ditutup menguat 0,98 persen

Perang dagang AS-Tiongkok mereda, IHSG ditutup menguat 0,98 persen

Pelajar melihat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (13/9/2018). (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc)

Investor seolah tak terpengaruh terhadap pengumuman pengenaan tarif impor fase kedua terhadap barang Tiongkok oleh Amerika Serikat
Jakarta (ANTARA News) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis ditutup menguat sebesar 57,66 poin seiring meredanya kekhawatiran investor terhadap perang dagang AS dan Tiongkok.

IHSG ditutup menguat 57,66 poin atau 0,98 persen menjadi 5.931,26. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 15,01 poin atau 1,63 persen menjadi 938,63.

Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah di Jakarta, Kamis mengatakan bahwa kekhawatiran investor terhadap perang dagang AS-Tiongkok yang cenderung berkurang membuat pergerakan harga saham eksternal, termasuk IHSG kembali menguat.

"Investor seolah tak terpengaruh terhadap pengumuman pengenaan tarif impor fase kedua terhadap barang Tiongkok oleh Amerika Serikat, dan Tiongkok yang melakukan pembalasan, mayoritas bursa regional bergerak menguat," katanya.

Dari dalam negeri, lanjut dia, investor merespon positif program pemerintah mengenai biodiesel 20 persen (B-20), yang diyakini dapat menekan impor migas dan menjadi penyebab neraca perdagangan Indonesia defisit.

Vice President Research Department Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya menambahkan defisit neraca perdagangan Indonesia yang menurun menunjukkan fundamental perekonomian domestik yang kuat sehingga diapresiasi investor.

"Data ekonomi yang terlansir menunjukan fundamental ekonomi nasional cukup kuat sehingga IHSG dapat mempertahankan kenaikannya," katanya.

Bank Indonesia mengumumkan neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2018 mengalami defisit 1,02 miliar dolar AS atau menurun dibandingkan dengan defisit neraca perdagangan bulan sebelumnya yang sebesar 2,01 miliar dolar AS.

Sementara itu tercatat frekuensi perdagangan saham pada Kamis ini sebanyak 421.614 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 9,37 miliar lembar saham senilai Rp7,41 triliun.

Sebanyak 239 saham naik, 159 saham menurun, dan 111 saham tidak bergerak nilainya.

Bursa regional, di antaranya indeks Nikkei menguat 2,418 poin (0,01 persen) ke 23.674,93, indeks Hang Seng menguat 70,30 poin (0,26 persen) ke 27.477,67, dan indeks Strait Times menguat 3,86 poin (0,12 persen) ke posisi 3.180,43.

Baca juga: Sentimen global Asia topang penguatan IHSG
Baca juga: Pasar saham Australia berakhir lebih rendah

 

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar