Mangrove pantai utara Jawa rusak parah, Luhut bilang harus diperbaiki

Mangrove pantai utara Jawa rusak parah, Luhut bilang harus diperbaiki

Petugas kebersihan membersihkan sampah di kawasan Hutan Mangrove, Muara Angke, Jakarta, Senin (19/3/2018). Pembersihan lautan sampah di kawasan tersebut telah memasuki hari ketiga, dan sampah yang sudah terangkut dari lokasi tersebut lebih dari 34 ton atau diperkirakan sekitar 50 persen dari total sampah yang ada. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

Mangrove ini kekayaan Indonesia, bayangkan kalau kita tidak bersahabat dengan alam, alam bisa `back fire` (melawan) kita
Jakarta, (ANTARA News) - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyebut kondisi mangrove di kawasan pantai utara Pulau Jawa sudah mengalami kerusakan parah sehingga perlu ada gerakan nasional mempercepat rehabilitasi mangrove.

"Pantai utara Jawa itu (mangrove) sudah kacau. Kita harus perbaiki. Pantai Jakarta itu, kita terus saja ribut dan berkelahi soal reklamasi, padahal kita mencari solusi. Kalau tidak setuju, solusinya apa," katanya dalam acara Pencanangan Gerakan Nasional Rehabilitasi Mangrove di Perpustakaan Nasional RI Jakarta, Kamis.

Menurut mantan Menko Polhukam itu, perdebatan yang ada seharusnya tidak perlu dilanjutkan karena setiap pilihan kebijakan tentu memiliki untung rugi.

Luhut menjelaskan, Indonesia memiliki 23 persen mangrove dunia. Namun, 52 persen diantaranya dalam kondisi rusak dan kritis.

"Mangrove ini kekayaan Indonesia, bayangkan kalau kita tidak bersahabat dengan alam, alam bisa `back fire` (melawan) kita," katanya.

Sebagai upaya percepatan rehabilitasi mangrove, Kemenko Kemaritiman akan meminta pemerintah daerah untuk mendata lahan mangrove kritis dan meminta mereka melakukan upaya rehabilitasi.

Kemenko Kemaritiman akan melakukan pemantauan dan hasil pemantauan akan diusulkan menjadi kriteria penilaian pemda.

Pemerintah juga akan mendorong penanaman mangrove oleh sejumlah pihak termasuk BUMN, lembaga swadaya masyarakat, perusahaan swasta hingga masyarakat.

Perusahaan pengelola dan pengembang pelabuhan juga akan didorong untuk menyisihkan biaya tanggung jawab sosial perusahaan untuk menjaga dan merehabilitasi mangrove.
Baca juga: Luhut canangkan gerakan nasional rehabilitasi mangrove
Baca juga: Mahasiswa Bengkulu pelajari fungsi ekosistem mangrove

Pewarta:
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar