Kemenpar minta daerah serius kembangkan MICE

Kemenpar minta daerah serius kembangkan MICE

Kabid Pemasaran Area 2 Regional I Kemenpar Kiagoos Irvan Faisal (kiri) didampingi Ketua Panitia Promosi 10 Destinasi Wisata MICE Indra Sakti Mahadewa memberikan penjelasan kepada wartawan seputar pengembangan destinasi MICE nasional di Medan, Kamis (20/9). (ANTARA/Faisal Yunianto)

Komitmen pimpinan daerah harus kuat jika ingin industri MICE di wilayahnya maju
Medan (ANTARA News) - Kementerian Pariwisata meminta komitmen para kepala daerah untuk secara serius memajukan wisata bisnis atau yang dikenal juga sebagai wisata MICE (Meeting, Incentive, Convention dan Exhibition).

"Komitmen pimpinan daerah harus kuat jika ingin industri MICE di wilayahnya maju," kata Kepala Bidang Pemasaran Area 2 Regional I Kementerian Pariwisata Kiagoos Irvan Faisal pada acara promosi "10 Destinasi Wisata MICE" di Medan, Sumatera Utara, Kamis.

Irvan mengatakan pemerintah telah menetapkan 10 kota unggulan kegiatan MICE di Tanah Air, yaitu Jakarta, Bali, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Makasar, Medan, Semarang, Batam dan Manado.

Menurut dia, sejumlah daerah itu dinilai sudah memenuhi kriteria standar yang ditetapkan pemerintah sebagai destinasi wisata bisnis. Antara lain memiliki gedung konvensi bagi penyelenggaraan MICE.

Kemudian ketersediaan rute penerbangan internasional, konektivitas antarwilayah serta aspek penunjang wisata lainnya seperti hotel, restoran dan jasa penyewaan kendaraan.

Namun itu semua, lanjut Irvan, akan percuma jika pimpinan di daerah belum mempunyai komitmen kuat untuk mengembangkan industri ini.

"Misalnya kalender kegiatan belum terjadwal. Bahkan ada pimpinan daerah yang membatalkan satu kegiatan secara tiba-tiba. Sementara persiapannya sudah berjalan lama. Selain itu penamaan kotanya juga belum ada," katanya.

Padahal kegiatan MICE tersebut berpeluang untuk meningkatkan pendapatan daerah serta mempunyai dampak ganda bagi industri penunjang dan para pekerjanya.

Hal itu dikarenakan wisatawan MICE umumnya diklasifikasikan sebagai quality tourist yang cenderung tinggal lebih lama dan menghabiskan uang lebih banyak dari wisatawan biasa.

"Biasanya mereka selesai urusan bisnis langsung melanjutkan liburan. Itu yang menyebabkan pengeluaran wisatawan MICE lebih banyak dibandingkan wisatawan biasa," katanya.

Salah seorang pelaku usaha industri MICE nasional, Indra Sakti Mahadewa mengakui belum semua destinasi MICE yang ada siap mengembangkan wisata bisnis tersebut.

"Dari sepuluh destinasi itu paling cuma separuhnya yang benar-benar mampu menjalankan empat huruf MICE," katanya.

Ia menambahkan perlu ada kegiatan promosi kota secara besar-besaran dari semua pemangku kepentingan agar kegiatan MICE di wilayahnya bisa terus berkembang.

 Baca juga: Pembangunan infrastruktur dukung pertumbuhan wisata "MICE"

Pewarta:
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar