Seoul City Hall, balai kota untuk rakyat

Seoul City Hall, balai kota untuk rakyat

Gedung balai kota Seoul di Seoul, Korea Selatan, Selasa (18/9/2018) (ANTARA News/Ida Nurcahyani)

Jakarta (ANTARA News) - Salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi saat bertandang ke Seoul, Korea Selatan adalah Seoul City Hall alias balai kota Seoul.

Yang menarik dari Balai Kota Seoul adalah bangunan itu merupakan perpaduan dari masa lalu dan masa depan dari sebuah kota. 

Bangunan asli balai kota dibangun tahun 1926. Pada tahun 2012, wali kota Seoul yang baru menjabat setahun, Park Won Soon, menjadikan bangunan bersejarah itu sebagai perpustakaan kota. 

Dia lalu menunjuk sebuah perusahaan arsitektur Korea untuk membangun gedung baru bergaya postmodern untuk jadi kantor balai kota yang 38 persennya dipersembahkan untuk warga sebagai area publik sementara sisanya untuk kantor pemerintahan.

 
Salah satu pengunjung berpose di photo booth yang merupakan replika asli suasana isi kantor Wali Kota Seoul Park Won Soon di balai kota Seoul, Korea Selatan, Selasa (18/9/2018) (ANTARA News/Ida Nurcahyani)


Transparan

Seolah-olah ingin menyampaikan pesan bahwa pemerintahan kota Metropolitan Seoul di bawah era Park Won Soon adalah pemerintahan yang transparan, penuh inovasi dan berkelanjutan, bangunan baru itu berupa gedung kaca raksasa yang disainnya terinspirasi dari atap rumah tradisional Korea; Hanok.
 
Bentuk atap gedung balai kota Seoul yang disainnya terinspirasi dari atap rumah tradisional Korea; Hanok. (ANTARA News/Ida Nurcahyani)


"Warga yang berkunjung ke sini bisa menuliskan pesan berisi aspirasi pada wali kota dan nanti wali kota akan membacanya," kata salah seorang warga Seoul, Sae Yang Park di Seoul, Selasa (18/9).
 
(ANTARA News/Ida Nurcahyani)


Ramah lingkungan

Bangunan setinggi 48 lantai itu dimaksudkan sebagai gedung ramah lingkungan yang efisien secara energi, karena 28 persen energi yang digunakan berasal dari sumber-sumber ramah lingkungan seperti penggunaan panel surya yang memanfaatkan sinar matahari serta bentuk gedung yang mampu menghasilkan bayang-bayang sedemikian rupa sehingga tetap dingin saat musim panas tetap hangat saat musim dingin.
 
Vertical Garden dan instalasi seni “Metaseosa: SeoBeol” di balai kota Seoul, Korea Selatan Selasa (18/9/2018) (ANTARA News/Ida Nurcahyani)



Gedung dilengkapi dengan vertical garden berupa dinding yang ditanami lebih dari 70.000 tanaman dari lantai satu hingga tujuh berbentuk vertikal. 

Vertical garden yang pernah dicatat sebagai taman vertikal paling besar di dunia versi Guinness World Records itu selain penghasil oksigen juga berfungsi sebagai penyerap debu dan menjaga temperatur udara dan kelembaban.

Selain itu, atraksi menarik lainnya saat mengunjungi balai kota Seoul adalah instalasi karya seni “Metaseosa: SeoBeol” yang merupakan visualisasi sejarah panjang Seoul yang sudah jadi ibu kota selama 2.000 tahun dan simbol harapan warga Seoul.

Karya seni terdiri dari pipa silver terbentang dari bawah hingga atas, balon-balon serta awan dan yang disusun jadi satu setinggi 40 meter. SeoBeol adalah karya perupa Jeon Su-cheon.

 
Warga Seoul menggunakan fasilitas perpustakaan yang ada di balai kota Seoul, Korea Selatan Selasa (18/9/2018) (ANTARA News/Ida Nurcahyani)


Baca juga: Seoul: Korut komit bertemu Trump dan hentikan program nuklir

Baca juga: Kim Jong-un akan kunjungi Seoul "kapan pun jika diundang"

Baca juga: Makanan Korea Utara laku keras di Seoul

Pewarta: Ida Nurcahyani
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Jelajah Seoul Sky di Korea Selatan

Komentar