Pemerintah akan bangun BLK di 1000 pesantren

Pemerintah akan bangun BLK di 1000 pesantren

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri (kiri) berbincang dengan sejumlah peserta pelatihan jurusan manajemen bisnis sekretaris saat kunjungan kerja di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK), Semarang, Jawa Tengah, Jumat (20/4/2018). Hanif Dhakiri meninjau sejumlah sarana fasilitas pelatihan serta sumber daya manusia BBPLK dalam mengembangkan sejumlah keterampilan calon tenaga kerja yang dilatih. (ANTARA FOTO/Aji Styawan)

Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) akan mengucurkan dana Rp1 triliun untuk membangun Balai Latihan Kerja (BLK) komunitas di 1000 pesantren pada 2019.

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri melalui siaran pers, di Jakarta, Sabtu, mengatakan pihaknya akan menjamin setiap pesantren akan diberikan Rp1 miliar untuk membangun dan mengembangkan BLK komunitas. Hal itu dilakukan untuk mempercepat peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di Indonesia.

"Bapak Presiden Joko Widodo sudah setuju untuk membangun BLK komunitas di 1000 pesantren. Pembangunan BLK komunitas ini merupakan bagian dari program pengembangan SDM yang akan mulai digenjot pada 2019," kata Hanif.

Ia menambahkan, nantinya setiap pesantren bisa mengajukan diri untuk mendapatkan bantuan dana pembangunan BLK komunitas. Syaratnya, ada lahan kosong yang cukup luas untuk membangun gedung BLK.

"Nantinya akan kita survei terutama lokasinya. Karena BLK ini membutuhkan lahan yang cukup besar sehingga memang perlu kita lakukan survei terlebih dulu," ungkap Hanif.

Hanif berharap BLK komunitas mampu membantu pemerintah untuk mempercepat melakukan masifikasi peningkatan kompetensi masyarakat.

"Kita ingin keberadaan BLK komunitas di pesantren mengatasi kesenjangan antara kebutuhan di pasar kerja dan kompetensi alumni pesantren sehingga di masa depan semakin kuat dan berperan mengatasi kemiskinan," ujar Menaker Hanif. 

Baca juga: Kota Kupang membutuhkan balai latihan kerja

Baca juga: DIY optimalkan pelatihan kerja untuk tekan pengangguran


 

Pewarta:
Editor: Virna P Setyorini
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar