counter

INAPGOC selesaikan sarana pendukung pada 25 September

INAPGOC selesaikan sarana pendukung pada 25 September

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi (duduk kedua kanan), Ketua INAPGOC Raja Sapta Oktohari (duduk kedua kiri), Sekretaris Jenderal Komite Paralimpiade Asia Tarek Soui (duduk kiri), Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Hartono Laras (duduk kanan) dalam jumpa pers Parade Momo di kawasan silang tenggara kawasan Monumen Nasional (Monas) Jakarta, Minggu (23/09/2018). (Antara/Imam Santoso)

Persiapan kami sudah mencapai 96,84 persen. Hanya kehadiran atlet dan ofisial yang belum terlihat. Fase terakhir adalah penambahan sarana fisik yang bersifat harian. Itu akan kami selesaikan mendekati penyelenggaraan
Jakarta (ANTARA News) - Panitia Penyelenggara Asian Para Games 2018 (INAPGOC) akan menyelesaikan sarana pendukung pada 25 September menjelang kedatangan kontingen peserta pertama Asian Para Games 2018 dari Bahrain pada 29 September.

"Persiapan kami sudah mencapai 96,84 persen. Hanya kehadiran atlet dan ofisial yang belum terlihat. Fase terakhir adalah penambahan sarana fisik yang bersifat harian. Itu akan kami selesaikan mendekati penyelenggaraan," kata Ketua INAPGOC Raja Sapta Oktohari di sela-sela penyelenggaraan Parade Momo di kawasan Monumen Nasional (Monas) Jakarta, Minggu.

Penyelesaian pengerjaan fisik itu, menurut Okto, seperti penyelesaian arena menembak di lapangan tembak Senayan yang merupakan arena berbeda dari cabang menembak Asian Games.

Okto mengatakan kesiapan sarana fisik penyelenggaraan pada 25 September itu harus dilakukan menyusul sejumlah kegiatan lain terkait pertandingan seperti klasifikasi kecacatan atlet yang dimulai pada 1 Oktober.

"Kami masih akan menggelar pawai obor Asian Para Games di Pangkal Pinang pada 26 September dan pawai obor di Jakarta pada 30 September," kata Okto.

Euforia masyarakat Indonesia terkait penyelenggaraan kegaitan olahraga Asian Games, lanjut Okto, akan tetap dipertahankan dalam Asian Para Games sebagai modal penyelenggaraan pesta olahraga disabilitas terbesar kedua di dunia itu.

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi yang turut menghadiri Parade Momo di kawasan Monas mengatakan atlet-atlet Indonesia dari lima cabang olahraga Asian Para Games telah berlatih di Jakarta sejak pertengahan September sebagai bentuk adaptasi terhadap cuaca dan lapangan.

"Kami menargetkan 16 medali emas dan menembus peringkat tujuh Asia. Itu adalah angka rasional karena tekad atlet-atlet disabilitas itu lebih besar dan itu terlihat pada hasil juara umum ASEAN Para Games 2017," kata Menpora.

Pemerintah, ujar Menpora, akan menjanjikan besaran bonus yang sama bagi atlet-atlet difabel Indonesia sebagaimana atlet-atlet peraih medali dalam Asian Games.

Pada Kamis (20/9), Direktur Arena INAPGOC Budiyono mengatakan kesiapan arena pertandingan secara keseluruhan mencapai 95 persen, termasuk pembenahan peralatan arena menembak di Senayan pada 25 September.

"Saya menargetkan H-2 sebelum penyelenggaraan semua arena, pertandingan dan nonpertandingan, telah selesai," kata Budiyono.

Tantangan utama pengerjaan sarana fisik pendukung arena pertandingan Asian Para Games, menurut Budiyono, meliputi pemasangan ramp dan toilet difabel.

"Tantangan utama kami adalah arena Sentul karena kami hanya punya waktu tujuh jam untuk menyiapkannya. Itu ada kegiatan lain sebelum dapat kami pakai. Kami akan menyiasati dengan mendekatkan semua peralatan ke sana," kata Budiyono.

Baca juga: Para sukarelawan bersemangat sukseskan Asian Para Games
Baca juga: Warga berharap harga tiket Asian Para Games terjangkau
Baca juga: Momo diarak di sepanjang Jalan Medan Merdeka Selatan
Baca juga: Ribuan peserta ikuti Parade Momo APG 2018

Pewarta:
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar